Malangpariwara.com – Megah Kompetisi seni mahasiswa paling bergengsi di tingkat regional, Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Jawa Timur 2026, resmi dimulai, di Muka di Graha Cakra UM.
Sebanyak 44 perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di Jawa Timur mengirimkan sekitar 400 mahasiswa terbaik untuk bersaing memperebutkan tiket menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 yang tahun ini akan digelar di Jember.

Pembukaan Peksimida Jatim 2026 dipusatkan di Universitas Negeri Malang (UM), yang sekaligus dipercaya menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara.
Penunjukan tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap kapasitas UM dalam mengelola ajang seni mahasiswa tingkat provinsi sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan kreativitas mahasiswa.

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, menegaskan bahwa Peksimida tidak boleh dipandang semata sebagai ajang perlombaan. Menurutnya, seni merupakan bagian penting dari pembentukan karakter dan peradaban bangsa.
Ia mengutip pandangan budayawan Mochtar Lubis dalam pidato kebudayaannya tentang enam watak manusia Indonesia.
Dari enam karakter tersebut, kata Hariyono, terdapat satu nilai positif yang harus terus dipupuk, yakni kepekaan terhadap nilai estetika.
“Karena itu Peksimida bukan sekadar kompetisi. Ini adalah ruang untuk menumbuhkan kepekaan estetika, kreativitas, sekaligus membangun karakter mahasiswa,” ujarnya.
Hariyono berharap pertemuan 44 kontingen dari berbagai perguruan tinggi tidak berhenti sebagai ajang perlombaan semata, tetapi menjadi awal lahirnya jejaring kolaborasi seni antar-kampus yang mampu berkembang menjadi kekuatan industri kreatif Jawa Timur.
“Bisa jadi ide-ide mahasiswa yang lahir dari Peksimida berkembang menjadi industri kreatif yang bersinergi dengan berbagai pihak, bahkan menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu dikenal hingga mancanegara,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun sinergi antardaerah dan antar kampus. Menurutnya, sejarah menunjukkan bangsa yang mudah dipecah akan sulit berkembang, sehingga kolaborasi menjadi modal utama untuk memajukan kebudayaan Indonesia.

Sementara itu, Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, mengatakan kampusnya mendapat amanah menyelenggarakan tiga cabang lomba rumpun sastra, yakni Penulisan Cerpen, Penulisan Lakon, dan Penulisan Puisi.
Menurutnya, penyelenggaraan Peksimida bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan gagasan, kreativitas, dan kepekaan sosial melalui karya seni.
“UM mendapatkan amanah untuk menyelenggarakan kompetisi di tiga tangkai lomba penulisan sastra bergengsi, yaitu Penulisan Cerpen, Penulisan Lakon, dan Penulisan Puisi,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Peksimida Jawa Timur 2026 mempertandingkan 15 cabang seni yang pelaksanaannya tersebar di sembilan perguruan tinggi di Jawa Timur. Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, penutupan sekaligus pengumuman para juara akan dipusatkan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 13 Juli mendatang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, S.T., M.M.A., yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, menyampaikan harapan agar Peksimida mampu melahirkan delegasi terbaik yang dapat mengharumkan nama Jawa Timur pada Peksiminas 2026.
Ia menyampaikan pesan Gubernur agar seluruh peserta menampilkan karya terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, integritas, dan saling menghargai antar sesama peserta.
“Menang tentu menjadi kebanggaan, tetapi proses berkarya, berkolaborasi, dan belajar bersama merupakan nilai yang jauh lebih bermakna. Kami berharap Peksimida mampu melahirkan mahasiswa yang membanggakan Jawa Timur di tingkat nasional,” ujar Evy.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan perguruan tinggi, dosen pembimbing, pembina, dan seluruh pendamping yang telah membina mahasiswa hingga mampu tampil pada ajang Peksimida.
“Mari kita terus menjunjung tinggi budaya asli Indonesia melalui karya-karya terbaik mahasiswa,” tambahnya.
Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Timur sekaligus Ketua Pelaksana Peksimida Jatim 2026, Dr. Fendi Setyawan, mengungkapkan tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa minat mahasiswa terhadap dunia seni terus berkembang.
Ia menyebut sekitar 400 mahasiswa dari 44 perguruan tinggi telah resmi mengikuti seleksi pada berbagai cabang seni yang dipertandingkan.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia menerapkan sistem penjurian yang mengedepankan independensi dan transparansi.
Setiap cabang lomba dinilai oleh tiga juri profesional, dengan komposisi dua juri berasal dari luar perguruan tinggi penyelenggara dan satu juri internal.
“Setiap tangkai seni akan dinilai langsung oleh tiga orang juri profesional. Komposisinya diatur agar objektif, yakni dua juri eksternal dan satu juri internal. Ini merupakan komitmen kami menjaga transparansi penilaian,” jelasnya.
Dari sisi penyelenggaraan, panitia daerah memfokuskan dukungan anggaran pada penyediaan ruang perlombaan dan kebutuhan para juri. Sementara akomodasi serta kebutuhan harian peserta selama mengikuti kompetisi ditanggung masing-masing kontingen perguruan tinggi.
Peksimida merupakan tahapan penting dalam proses seleksi menuju Peksiminas 2026. Hanya juara pertama dari masing-masing cabang lomba yang akan menjadi delegasi resmi Jawa Timur pada ajang nasional di Universitas Jember.
Dr. Fendi optimistis kontingen Jawa Timur mampu kembali tampil kompetitif di tingkat nasional.
“Hanya juara pertama dari masing-masing tangkai seni yang berhak menjadi delegasi resmi Jawa Timur. Target kami membentuk tim terbaik agar mampu bersaing dan meraih prestasi pada Peksiminas di Universitas Jember,” katanya.
Selain menjadi arena kompetisi, Peksimida Jatim 2026 juga dimanfaatkan sebagai forum penguatan kebijakan pengembangan kemahasiswaan.
Menjelang penutupan, panitia akan menggelar Sarasehan Kemahasiswaan yang mempertemukan para wakil rektor bidang kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur guna merumuskan strategi pengembangan minat, bakat, dan ekosistem kesenian mahasiswa yang lebih berkelanjutan.
Melalui Peksimida, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan BPSMI berharap lahir generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kreativitas, karakter, dan kemampuan berkesenian yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional.( Djoko W )






