Malangpariwara.com – Persoalan pendidikan, layanan kesehatan, hingga pelestarian kesenian tradisional menjadi aspirasi utama masyarakat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Malang, Saniman Wafi dari Fraksi PKB, yang digelar di Gedung Serbaguna Lesanpuro, Selasa (7/7/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai tokoh masyarakat, pegiat seni bantengan dan kepang, jamaah Al-Banjari, hingga warga yang menjadi penerima Program Indonesia Pintar (PIP).
Suasana dialog berlangsung hangat dengan berbagai masukan yang disampaikan langsung kepada wakil rakyat tersebut.
Dalam forum reses, persoalan pendidikan menjadi salah satu isu yang paling banyak disampaikan warga.
Mereka berharap Pemerintah Kota Malang memberikan perhatian yang lebih besar kepada lembaga pendidikan swasta, khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), yang dinilai masih menghadapi keterbatasan sarana, prasarana, maupun dukungan program.
Menurut masyarakat, sekolah-sekolah swasta berbasis keagamaan memiliki peran besar dalam mencerdaskan generasi muda. Karena itu, mereka berharap kebijakan pemerintah tidak hanya terfokus pada sekolah negeri, tetapi juga memberikan porsi perhatian yang seimbang kepada lembaga pendidikan swasta.
Selain pendidikan, layanan kesehatan juga menjadi perhatian serius warga. Sejumlah peserta mengeluhkan masih adanya pasien peserta BPJS Kesehatan yang mengalami kendala saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Salah satu persoalan yang disampaikan ialah status kepesertaan BPJS yang tiba-tiba tidak aktif ketika hendak digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan rwgulasi rawat inap yang gak jelas karena tiga hari sudah di pulangkan olek pihak RS.
Kondisi tersebut membuat masyarakat kebingungan, terutama saat membutuhkan penanganan medis secara mendesak.
Menanggapi hal tersebut, Saniman Wafi menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik apabila mengalami persoalan administrasi kepesertaan BPJS.
Menurutnya, pemerintah telah menyediakan mekanisme melalui program Cekat di tingkat kelurahan untuk membantu proses pengaktifan kembali kepesertaan BPJS bagi warga yang memenuhi persyaratan.
“Apabila ada masyarakat yang BPJS-nya mendadak tidak aktif, segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan melalui layanan Cekat agar bisa diproses kembali sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Wafi.
Di bidang kebudayaan, aspirasi para pegiat seni tradisional juga mendapat perhatian.

Kelompok seni bantengan, kepang, serta jamaah Al-Banjari berharap pemerintah terus memberikan dukungan terhadap pelestarian seni budaya lokal melalui bantuan sarana maupun pembinaan berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan kegiatan masyarakat, dalam kesempatan tersebut Saniman Wafi juga menyerahkan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) ke 28 kepada kelompok penerima manfaat.
Bantuan yang disalurkan antara lain berupa perangkat sound system untuk kelompok seni bantengan serta alat musik hadrah bagi jamaah Al-Banjari guna menunjang aktivitas kesenian dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan reses juga diisi dengan sosialisasi berbagai program yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan bagi kelompok kesenian, hingga dukungan peralatan berupa sound system untuk kelompok masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Aleg FPKB yang kini duduk di komisi D ini menegaskan, bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pembahasan di DPRD Kota Malang bersama Pemerintah Kota Malang.
Ia berharap hasil reses tidak berhenti sebagai forum serap aspirasi, tetapi dapat diwujudkan menjadi kebijakan dan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelestarian seni budaya.(Djoko W)






