Departemen Statistika FSTeM UB Perkuat Inovasi Pelayanan Publik Kota Batu, SEPAK TERJANG Siap Pangkas Birokrasi Administrasi

Malangpariwara.com – Transformasi digital dalam pelayanan publik terus menjadi fokus pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara Departemen Statistika Fakultas Sains, Teknologi, dan Manajemen (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) dengan BAPPELITBANGDA Kota Batu dan Kecamatan Batu dalam pengembangan inovasi SEPAK TERJANG (Sistem Pelayanan Terdigitalisasi Jangka Panjang).

Suasana forum diskusi berlangsung di Kampus Universitas Brawijaya.(Ist)

Kolaborasi tersebut dibahas dalam sebuah forum diskusi yang berlangsung di Kampus Universitas Brawijaya, Rabu (1/7/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konsep sekaligus aspek teknis pengembangan sistem digital yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kepada masyarakat.

SEPAK TERJANG merupakan inovasi yang diinisiasi Kecamatan Batu sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Batu.

Program ini lahir dari evaluasi terhadap proses pelayanan administrasi yang selama ini dinilai masih membutuhkan banyak tahapan sehingga masyarakat harus datang berulang kali ke kantor kecamatan untuk menyelesaikan pengurusan dokumen.

Melalui sistem berbasis website, masyarakat nantinya cukup mengakses layanan secara daring untuk memperoleh berbagai informasi, mengajukan permohonan administrasi, hingga memantau proses penyelesaian berkas tanpa harus terkendala jarak maupun waktu pelayanan kantor.

Pengembangan inovasi tersebut mendapat pendampingan dari BAPPELITBANGDA Kota Batu yang selama ini berperan mengawal berbagai inovasi OPD agar memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam proses penyempurnaannya, Kecamatan Batu menggandeng Departemen Statistika FSTeM UB yang memiliki kompetensi dalam bidang pengelolaan data, analisis sistem, serta pengembangan model berbasis data sebagai fondasi utama pelayanan digital yang efektif dan berkelanjutan.

Diskusi dihadiri empat perwakilan Kecamatan Batu, yakni Muhammad Hafit, Mulia De Reuter, Nia Prastuti Ardhian, dan Oktania Tasya Karina.

Dari Departemen Statistika FSTeM UB hadir sebelas dosen dan tenaga kependidikan, yaitu Rahma Fitriani, Eni Sumarminingsih, Solimun, Adji Achmad Rinaldo F., Evellin Dewi Lusiana, Nur Kamilah Sa’diyah, Abela Chairunnisa, Hilwin Nisa, Meilina Retno Hapsari, Ahmad Tantowi Jauhari, serta Julia Astriviani Bintoro.

Turut berpartisipasi pula dua mahasiswa Universitas Brawijaya, Andika Bagus Saputra dan Fidda Nashita Fadhillah Madaniyah.

Selama diskusi, berbagai aspek dibahas, mulai dari desain sistem pelayanan, tata kelola data, mekanisme pelayanan daring, hingga strategi implementasi agar aplikasi benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung kinerja aparatur kecamatan.

Dosen Departemen Statistika FSTeM UB, Evellin Dewi Lusiana, mengapresiasi gagasan tersebut karena berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Inovasi yang akan dikembangkan sangat bagus karena berangkat dari keresahan masyarakat maupun mahasiswa yang ingin mengurus sesuatu di Kecamatan Batu,” ujarnya.

Menurutnya, sebuah inovasi akan memberikan manfaat maksimal apabila dibangun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta didukung sistem pengelolaan data yang baik sehingga pelayanan menjadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Kolaborasi ini juga menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sinergi antara akademisi dan pemerintah diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ke depan, Departemen Statistika FSTeM UB bersama BAPPELITBANGDA Kota Batu dan Kecamatan Batu berkomitmen melanjutkan proses pendampingan hingga SEPAK TERJANG siap diterapkan secara menyeluruh.

Apabila terealisasi sesuai rencana, sistem ini diharapkan menjadi model pelayanan publik berbasis digital yang mampu memangkas birokrasi, meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat proses administrasi, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang modern, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.(Djoko W)