Malangpariwara.com – Koramil 0833/02 Kedungkandang terus berperan aktif dalam membentuk karakter generasi muda melalui pembinaan sejak usia dini. Hal ini diwujudkan dengan memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) serta edukasi pencegahan bullying (perundungan) kepada siswa-siswi SDN Kotalama 01, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang melibatkan personel Koramil 0833/02 Kedungkandang bersama Bhabinkamtibmas Brigadir Risky itu berlangsung di ruang kelas dan diikuti ratusan siswa dengan antusias.
Kehadiran Pelda Sophia dan Koptu Eko disambut hangat oleh Kepala SDN Kotalama 01 beserta jajaran guru.
Dalam penyampaiannya, Pelda Sophia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta semangat mencintai Tanah Air sejak usia sekolah dasar.
Menurutnya, pembentukan karakter harus berjalan seiring dengan upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Selain materi Wawasan Kebangsaan, edukasi mengenai bahaya perundungan menjadi fokus utama. Siswa diajak memahami bahwa tindakan bullying, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial, dapat memberikan dampak negatif bagi korban maupun pelaku.
“Anak-anak adalah calon pemimpin masa depan. Kami hadir untuk menanamkan jiwa nasionalisme sekaligus mengingatkan pentingnya saling menghargai. Tidak boleh ada bullying, baik secara fisik, verbal, maupun di media sosial. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar,” ujar Pelda Sophia.
Agar materi mudah dipahami, penyampaian dilakukan secara interaktif melalui ceramah singkat, sesi tanya jawab, serta permainan edukatif.
Metode tersebut membuat para siswa lebih aktif berpartisipasi sekaligus memahami pentingnya menghormati teman, menjaga persatuan, dan berani menolak segala bentuk perundungan.
Melalui kegiatan ini, Koramil 0833/02 Kedungkandang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan sekolah, kepolisian, dan pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan karakter.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, berkarakter, serta bebas dari kekerasan dan perundungan.(Djoko W)






