MALANGPARIWARA.COM – Universitas Brawijaya (UB) bersama Universitas Mataram (Unram) memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan vokasi berbasis teknologi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) UB dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram di Auditorium FKIP Unram, Mataram, Senin (20/7/2026).
Kerja sama tersebut menjadi landasan pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan PKS sekaligus menandai dimulainya program pengabdian kepada masyarakat (PkM) Departemen Biologi FSTeM UB bertajuk “Penguatan Literasi Artificial Intelligence dan Bioinformatika bagi Guru SMK Pertanian dan Peternakan di Nusa Tenggara Barat untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Data.”
Usai penandatanganan, tim pengabdian melanjutkan kegiatan pelatihan di SMK PPN Mataram.
Sebanyak 30 guru dari enam SMK pertanian dan peternakan di Nusa Tenggara Barat mengikuti pelatihan tersebut, yakni SMK PPN Mataram, SMKN 1 Kuripan, SMKN 1 Narmada, SMKN 1 Bayan, SMKN 1 Sakra, dan SMKN 1 Batukliang Utara.
Ketua tim pengabdian, Yoga Dwi Jatmiko, S.Si., M.App.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan bioinformatika sebagai pendukung pembelajaran berbasis data di sekolah vokasi.
Tim pelaksana melibatkan sejumlah akademisi FSTeM UB, di antaranya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Dinia Rizqi Dwijayanti, S.Si., M.Si., D.Sc., serta Dr. Muhammad Hermawan Widyananda, S.Si., M.Si. sebagai research fellow.
Kegiatan juga didukung mahasiswa Pascasarjana Departemen Biologi FSTeM UB yang bertugas sebagai fasilitator selama pelatihan berlangsung.
Kepala SMK PPN Mataram, Sugiarta, S.Pi., M.Pd., M.Si., menyambut baik kolaborasi tersebut.
Menurutnya, kerja sama antara UB dan Unram tidak hanya meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi lulusan SMK untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya Universitas Brawijaya.

Sementara itu, Rektor UB, Prof. Widodo, menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang mampu menghadapi perkembangan teknologi.
“Penguasaan AI harus dibarengi integritas, etika, dan tanggung jawab agar benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan,” ujarnya.
Dari pihak Unram, Ketua Program Studi S1 Pendidikan Biologi FKIP Unram, Dra. Dewa Ayu Citra Rasmi, M.Si., menilai kolaborasi antarlembaga pendidikan menjadi faktor penting dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Ia berharap sinergi antara UB, Unram, dan sekolah-sekolah mitra mampu meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak pada penguatan sektor pendidikan dan ekonomi di Nusa Tenggara Barat.
Pelatihan diawali dengan pre-test untuk memetakan pemahaman peserta mengenai AI dan bioinformatika. Selanjutnya, Dinia Rizqi Dwijayanti memperkenalkan konsep bioinformatika, termasuk penerapannya di bidang pertanian, peternakan, dan biologi serta memperkenalkan Program Studi S1 Bioinformatika FSTeM UB sebagai salah satu pilihan studi bagi lulusan SMK.
Materi kemudian diperdalam oleh Dr. Muhammad Hermawan Widyananda yang menjelaskan pemanfaatan berbagai basis data biologis terbuka sebagai sumber pembelajaran berbasis riset.
Sementara itu, Yoga Dwi Jatmiko membawakan materi mengenai perkembangan AI, penerapannya dalam dunia pendidikan, penggunaan secara etis, hingga pemanfaatan berbagai platform AI untuk menyusun perangkat pembelajaran, media ajar, analisis data sederhana, dan pembelajaran berbasis proyek.
Ia menekankan bahwa AI harus diposisikan sebagai alat bantu guru, bukan pengganti peran pendidik.
Antusiasme peserta terlihat pada sesi praktik penggunaan AI. Para guru mencoba langsung berbagai platform untuk menyusun bahan ajar, merancang aktivitas pembelajaran, serta mendiskusikan strategi integrasi AI ke dalam Kurikulum Merdeka dan peluang penerapan bioinformatika dalam pembelajaran biologi maupun agribisnis.
Kolaborasi juga diperkuat melalui kontribusi dosen FKIP Unram.
Pada sesi berikutnya, Dra. Dewa Ayu Citra Rasmi bersama Rubiyatna Sakaroni, S.Pd., M.Si., memberikan pelatihan pembuatan ecoenzyme sebagai pupuk cair organik, melengkapi materi teknologi digital dengan inovasi ramah lingkungan di bidang pertanian.
Sebagai evaluasi, panitia melaksanakan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pendampingan lanjutan bagi guru-guru SMK di NTB.
Melalui program ini, Departemen Biologi FSTeM UB bersama Unram memperkuat jejaring kemitraan dengan sekolah-sekolah vokasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi.
0Inisiatif tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).(Djoko W)






