25 Tahun UNITRI, Jejak Kampus Kerakyatan Menuju Perguruan Tinggi Unggul Berorientasi Global

MALANGPARIWARA.COM – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang genap berusia 25 tahun pada Minggu (2/8/2026). Momen Dies Natalis ke-25 menjadi tonggak refleksi perjalanan panjang kampus yang lahir dari semangat menghadirkan pendidikan tinggi yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto memaparkan kilas balik kampus.(Djoko W)

Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., mengatakan peringatan Dies Natalis bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengenang sejarah berdirinya kampus yang dibangun atas kepedulian terhadap pemerataan akses pendidikan.

Perjalanan UNITRI bermula pada 1989 ketika sejumlah tokoh pendidikan mendirikan Yayasan Pendidikan Bhakti Nusantara dengan tekad menghadirkan pendidikan tinggi yang terjangkau, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

 

Saat itu pemerintah masih memberlakukan moratorium pendirian perguruan tinggi swasta sehingga langkah awal diwujudkan melalui pendirian Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Tribhuwana yang mulai beroperasi pada 1990.

Saksi perjalanan berdirinya kampus UNITRI.(Djoko W)

Perkembangan terus berlanjut dengan berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tribhuwana pada 1995 sebagai perluasan bidang keilmuan.

Puncaknya, pada 2 Agustus 2001, STIPER dan STIE resmi berkembang menjadi Universitas Tribhuwana Tunggadewi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 113/D/O/2001.

Sejak saat itu, UNITRI membuka kesempatan belajar bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Berawal dari 13 program studi, kini kampus yang berlokasi di Jalan Telaga Warna, Tlogomas, Kota Malang tersebut telah berkembang dengan berbagai fakultas dan program pascasarjana.

Selama seperempat abad, UNITRI terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pemberdayaan mahasiswa melalui berbagai program beasiswa dan kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk kolaborasi internasional.

Identitas sebagai kampus kerakyatan tetap menjadi ciri khas UNITRI.

Filosofi tersebut diwujudkan melalui upaya mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, memiliki kepedulian sosial, sekaligus mampu bersaing di tingkat global.

Berbagai inovasi di bidang pertanian, teknologi, kesehatan, ilmu sosial hingga pengembangan jejaring internasional menjadi bagian dari transformasi kampus selama 25 tahun terakhir.

Ketua panitia ABD Rohman .(Djoko W)

Ketua Panitia Dies Natalis ke-25 UNITRI, ABD Rohman, menjelaskan bahwa tema peringatan tahun ini adalah “25 Tahun Mengukir Jejak UNITRI Unggul Berorientasi Global dan Kerakyatan.”

Menurutnya, tema tersebut mencerminkan perjalanan UNITRI dalam membangun pendidikan tinggi yang berkualitas tanpa meninggalkan nilai-nilai kerakyatan, pengabdian, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Seperempat abad ini menjadi bukti komitmen UNITRI untuk menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kerakyatan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya saat memberikan sambutan pada puncak Dies Natalis.

Rangkaian peringatan Dies Natalis telah digelar sejak Juli hingga Agustus 2026.

Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk melibatkan sivitas akademika sekaligus masyarakat sekitar kampus.

Di antaranya Sayembara Kampung Hijau yang melibatkan RT dan RW di Kelurahan Tlogomas serta Desa Landungsari pada 13–24 Juli 2026.

Selain itu digelar Lomba Maskot UNITRI untuk menghadirkan identitas visual kampus yang melibatkan seluruh sivitas akademika pada 13–29 Juli 2026.

Panitia juga menggelar Turnamen Bola Voli antarprogram studi pada 13–16 Juli 2026, Bakti Sehat Terpadu bekerja sama dengan PMI Kota Malang dan Fakultas Ilmu Kesehatan pada 18 Juli 2026, serta Turnamen Badminton tingkat SMA/SMK dan kategori umum pada 22–24 Juli 2026.

Sebelumnya, rangkaian Dies Natalis juga diawali dengan kegiatan Fun Run dan Fun Walk yang diikuti sivitas akademika serta masyarakat sebagai simbol kebersamaan dan semangat menyongsong masa depan UNITRI yang semakin maju, unggul, dan memberikan dampak nyata bagi bangsa.

Perayaan 25 tahun ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang yang dibangun melalui semangat gotong royong seluruh sivitas akademika, alumni, yayasan, dan para mitra kerja.(Djoko W)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan