Produk Unggulan UMKM Binaan BI Malang Tembus Panggung Nasional KKI 2026

JAKARTA, MALANGPARIWARA.COM –Produk unggulan UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang berhasil menembus panggung nasional melalui gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.

Dari 11 UMKM yang dibawa ke ajang tersebut, Shoeka Shoes berhasil mencatat prestasi dengan meraih Juara 3 UMKM dengan Jumlah Transaksi Terbanyak pada Area Wastra dan Laras Nusantara KKI 2026.

KKI 2026 digelar pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Tahun ini, KKI mengusung semangat “Beudaya MeusareSare” dari Aceh yang bermakna berdaya bersama-sama.

Gelaran tahunan Bank Indonesia tersebut menjadi salah satu ruang strategis untuk memperluas akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, serta jejaring bisnis, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Hingga 22 Agustus 2026, KKI mencatat penjualan sementara mencapai Rp144,2 miliar atau meningkat 46 persen dibandingkan capaian 2025.

Sementara business matching (BM) ekspor mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara.

Adapun business matching pembiayaan tercatat Rp285 miliar atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan keikutsertaan UMKM binaan dalam KKI menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar sekaligus mendorong pelaku usaha agar mampu naik kelas.

Menurutnya, UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang baik. Penguatan kapasitas usaha, inovasi, digitalisasi, akses pembiayaan, serta kemampuan membaca peluang pasar juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing.

“Melalui berbagai program, kami berupaya memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta mendorong digitalisasi usaha. Harapannya, UMKM binaan semakin siap untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Indra.

Dalam KKI 2026, KPwBI Malang membawa 11 UMKM binaan terbaik. Mereka terdiri dari Shoeka Shoes, Batik Olive, Hunay, Famchips, Bangzay, Rizza Bordir, Kokedama, Maringrang Arts, Kriya Alam Indonesia, Macadamia, serta Desa Wisata Poncokusumo.

Kehadiran 11 UMKM tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan produk kreatif dan potensi lokal Malang Raya kepada pasar yang lebih luas.

Prestasi Shoeka Shoes menjadi salah satu capaian penting dalam keikutsertaan tersebut. UMKM binaan BI Malang itu berhasil meraih posisi ketiga dalam kategori UMKM dengan jumlah transaksi terbanyak pada Area Wastra dan Laras Nusantara.

Indra menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa produk UMKM daerah memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar nasional apabila didukung proses kurasi, pendampingan, penguatan kapasitas, serta akses pasar yang tepat.

“Capaian UMKM binaan di KKI menjadi motivasi untuk terus melakukan pendampingan dan membuka akses yang lebih luas. Kami ingin produk-produk dari wilayah kerja BI Malang tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan global,” tegasnya.

Secara keseluruhan, KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia.

Hampir 560 UMKM di antaranya tampil secara luring dengan membawa beragam produk, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda.

Ajang tersebut juga didukung 27 kementerian/lembaga serta 34 asosiasi, mitra industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Pengembangan dan perluasan akses pasar UMKM diperkuat melalui jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia.

Bagi BI Malang, keberhasilan UMKM binaan menembus panggung KKI sekaligus menjadi bagian dari proses panjang membangun ekosistem usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Indra menegaskan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, perbankan, industri, komunitas, akademisi, serta berbagai mitra strategis untuk mendorong UMKM tumbuh lebih tangguh dan berdaya saing.

Dengan semakin terbukanya akses pasar dan pembiayaan, UMKM binaan diharapkan tidak berhenti pada capaian di ajang pameran, tetapi mampu mengembangkan pasar, meningkatkan transaksi, memperluas jaringan usaha, hingga menembus pasar ekspor.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *