Kompor Biomassa Tim Ekspedisi Patriot UB Buka Peluang Energi Alternatif di Sorong

SORONG, MALANGPARIWARA.COM – Kelangkaan minyak tanah dan mahalnya gas mendorong Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi 2 Universitas Brawijaya (UB) memperkenalkan kompor biomassa sebagai alternatif energi bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Tim yang dipimpin Dr. Ir. Anang Lastriyanto, M.Si. dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB tersebut mengenalkan teknologi tepat guna ini dalam Pameran UMKM Nusantara di Alun-Alun Kota Aimas, 21–22 Agustus 2026.

Kompor biomassa memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat, seperti kayu kering, serbuk kayu, batok kelapa, arang, dan bahan biomassa lainnya. Teknologi ini dinilai berpotensi membantu rumah tangga maupun UMKM yang selama ini menghadapi keterbatasan bahan bakar.

Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sorong, Sutardjo Pongluturan, menilai kompor tersebut cocok dikembangkan di wilayah Sorong, termasuk kawasan transmigrasi.

“Kompor biomassa ini mantap sekali, cocok untuk UMKM, tetapi juga dapat digunakan rumah tangga,” ujarnya, Sabtu (22/8/2026).

Hal senada disampaikan Ketua Umum Asosiasi Nusantara UMKM Provinsi Papua Barat Daya, Jhony Weinand Dawan. Menurutnya, kelangkaan minyak tanah dan mahalnya gas menjadi persoalan yang kerap dihadapi pelaku UMKM.

Ia menilai kompor biomassa dapat menjadi solusi karena menggunakan arang maupun kayu bekas dan pengoperasiannya relatif mudah.

Pelaku UMKM Sambal Roa, Julike, juga menyambut positif inovasi tersebut. Ia berharap kompor biomassa dapat segera dikembangkan dan dimanfaatkan, terutama oleh masyarakat berpenghasilan rendah yang kesulitan mendapatkan bahan bakar.

Sementara itu, pelaku UMKM Keripik Aria mengusulkan pengembangan kompor dengan kapasitas lebih besar agar mampu memenuhi kebutuhan produksi skala UMKM.

Antusiasme masyarakat dan pelaku UMKM terlihat selama demonstrasi kompor biomassa di pameran. Tim Ekspedisi Patriot UB bahkan mendapat undangan dari sejumlah kelompok dan asosiasi UMKM untuk kembali melakukan sosialisasi dan demonstrasi.

Kegiatan selanjutnya akan dilakukan di wilayah transmigrasi Distrik Klamono, Klasafet, dan Malabotom.

Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menggali kebutuhan masyarakat dan mengembangkan kompor biomassa sesuai skala penggunaan.

Melalui inovasi ini, Tim Ekspedisi Patriot Transmigrasi 2 UB berharap pemanfaatan sumber daya lokal dapat menjadi solusi energi alternatif sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah transmigrasi Klamono Segun.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *