MALANGPARIWARA.COM -Kolaborasi perguruan tinggi lintas negara terus diperkuat Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB). Salah satunya melalui International Inbound Student Mobility Program bersama Universiti Putra Malaysia (UPM).
Program tersebut tidak sekadar menjadi ajang kunjungan akademik. Pertemuan mahasiswa dan sivitas akademika kedua institusi menjadi ruang pertukaran pengalaman, wawasan, serta budaya akademik yang membuka peluang kerja sama lebih luas di masa mendatang.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Senat Lantai 6 Gedung Sentral FBiPK UB itu mempertemukan mahasiswa UPM dengan mahasiswa FBiPK UB. Rombongan UPM disambut Wakil Dekan Bidang Akademik FBiPK UB, Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa, Tim International Relation Office (IRO) FBiPK, Presiden BEM FBiPK beserta jajaran mahasiswa.
Delegasi UPM diwakili Hanis bin Johari, Pejabat Administrasi Fakultas Pertanian UPM, Malaysia.
Pertemuan diawali dengan sesi perkenalan untuk mengenalkan institusi, sivitas akademika, sekaligus kultur akademik yang berkembang di masing-masing universitas. Agenda kemudian berlanjut dengan pemaparan profil fakultas dari kedua perguruan tinggi.
FBiPK UB memperkenalkan program akademik, bidang unggulan, serta fasilitas pembelajaran dan penelitian yang dimiliki.
Sementara UPM memaparkan profil Fakultas Pertanian beserta potensi dan peluang pengembangan kerja sama internasional.
Diskusi berlangsung dinamis. Mahasiswa kedua universitas saling bertukar informasi mengenai sistem pembelajaran, aktivitas kemahasiswaan, pengalaman akademik hingga fasilitas pendukung pendidikan dan penelitian.
Bagi mahasiswa, interaksi tersebut menjadi kesempatan untuk melihat dunia akademik dari perspektif berbeda. Pengalaman bertemu dengan mahasiswa dari negara lain sekaligus memperluas jejaring internasional yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas.
Dr. Afifuddin mengatakan, program mobilitas mahasiswa tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan akademik FBiPK UB dan UPM.
“Kegiatan International Inbound Student Mobility Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan akademik antara FBiPK Universitas Brawijaya dan Universiti Putra Malaysia,” ujarnya.
Menurutnya, interaksi langsung antarmahasiswa dan sivitas akademika diharapkan mampu membangun pemahaman lintas budaya sekaligus membuka ruang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan pertanian berkelanjutan.
Tak berhenti di ruang pertemuan, rombongan UPM kemudian mengikuti faculty tour dengan mengunjungi sejumlah fasilitas laboratorium FBiPK UB.
Mereka melihat langsung laboratorium bidang Sosial Ekonomi Pertanian, Tanah, Budidaya Pertanian, Hama dan Penyakit Tumbuhan, Bioteknologi serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Kunjungan lapangan tersebut memberi gambaran lebih konkret mengenai ekosistem pendidikan dan penelitian yang dikembangkan FBiPK UB.
Di sisi lain, interaksi langsung di fasilitas akademik menjadi pintu masuk untuk menggali potensi kerja sama yang lebih aplikatif.
FBiPK UB menegaskan, penguatan jejaring internasional menjadi bagian dari upaya membangun atmosfer akademik yang semakin terbuka dan kompetitif secara global.
Program mobilitas mahasiswa diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertukaran kunjungan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa, dosen, peneliti dan institusi.
Kerja sama FBiPK UB dan UPM tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.(Djoko W)






