MALANGPARIWARA.COM — Suasana berbeda terlihat di Makoramil 0833-01/Klojen, Kota Malang, Kamis (1/10). Sejumlah siswa TK Kristen Calvin datang untuk belajar sekaligus bermain bersama prajurit TNI.
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan belajar di luar kelas. Para siswa juga diajak mengenal pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini melalui edukasi lingkungan dan praktik menanam bibit pohon.
Didampingi prajurit Koramil Klojen, anak-anak diperkenalkan secara langsung dengan tahapan sederhana menanam dan merawat tanaman. Mereka mulai dari memegang bibit, menggali tanah, hingga menanamnya bersama-sama.
Meski sederhana, aktivitas tersebut menjadi pengalaman baru bagi para siswa. Mereka belajar bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil, termasuk menanam dan merawat pohon.
Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan. Suasana Makoramil pun berlangsung akrab dan penuh keceriaan ketika para siswa berinteraksi dengan prajurit.
Danramil 0833-01/Klojen Kapten Inf Hariyanto mengatakan, pengenalan terhadap lingkungan penting dilakukan sejak usia dini agar kepedulian terhadap alam tumbuh sebagai kebiasaan.
“Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini bahwa lingkungan adalah bagian penting dari kehidupan. Dengan menanam pohon, mereka belajar mencintai alam sekaligus memahami pentingnya merawat apa yang sudah ditanam,” ujarnya.
Menurutnya, interaksi langsung antara prajurit dan siswa juga memberikan ruang pembelajaran yang lebih dekat dengan dunia anak. Kehadiran TNI tidak hanya dikenal dalam konteks tugas pertahanan, tetapi juga melalui kegiatan edukatif dan sosial di tengah masyarakat.
Kapten Inf Hariyanto berharap kegiatan semacam ini dapat membentuk kebiasaan positif pada generasi muda, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Harapannya, bibit yang ditanam hari ini bukan hanya tumbuh menjadi pohon, tetapi juga menjadi simbol tumbuhnya kepedulian anak-anak terhadap lingkungan di masa depan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Koramil 0833-01/Klojen membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan humanis.
Bagi para siswa, pengalaman menanam pohon di lingkungan Makoramil menjadi pembelajaran sederhana bahwa menjaga alam bisa dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan sejak sekarang.(Djoko W)






