MALANGPARIWARA.COM – Sekolah tidak hanya menjadi tempat bagi siswa mengejar prestasi akademik. Lebih dari itu, sekolah merupakan ruang untuk belajar menghargai sesama, membangun pertemanan yang sehat, serta memahami pentingnya menolak segala bentuk perundungan atau bullying.
Pesan tersebut disampaikan Babinsa Sawojajar, Koramil 0833-02/Kedungkandang, Serma Sudiyono, saat memberikan edukasi tentang anti-bullying kepada siswa-siswi SDN Sawojajar 4, Kota Malang, Kamis (1/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Serma Sudiyono mengajak para siswa mengenali berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.
Mulai dari ejekan, pemberian julukan yang menyakitkan, mengucilkan teman, hingga tindakan fisik yang dapat merugikan dan berdampak pada kondisi psikologis korban.
Dengan bahasa sederhana dan komunikatif, siswa juga diingatkan agar tidak menjadi pelaku maupun ikut-ikutan melakukan perundungan. Mereka didorong untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, serta berani melapor kepada guru atau orang dewasa apabila melihat tindakan yang mengarah pada bullying.
“Anak-anak harus memahami bahwa bercanda ada batasnya. Jangan sampai candaan justru membuat teman merasa takut, malu atau tertekan. Kita ingin sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa,” ujar Serma Sudiyono.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif menyimak materi dan berdiskusi mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi perundungan, baik sebagai korban maupun saat melihat teman menjadi sasaran.
Menurut Serma Sudiyono, pencegahan bullying membutuhkan kepedulian bersama. Peran tersebut tidak hanya berada di tangan guru dan orang tua, tetapi juga seluruh siswa sebagai bagian dari lingkungan sekolah.
“Berani berkata tidak pada bullying, berani membela teman, dan berani melapor kepada guru. Sekolah yang aman dimulai dari kepedulian kita bersama,” tegasnya.
Melalui edukasi tersebut, Babinsa berharap nilai kebersamaan, empati dan sikap saling menghormati dapat tumbuh dalam keseharian siswa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Babinsa membangun komunikasi dengan generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai positif sejak dini.
Dengan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan, proses belajar diharapkan berlangsung lebih aman, nyaman dan kondusif sehingga setiap siswa memiliki ruang yang sama untuk berkembang dan meraih prestasi.(Djoko W)






