UM Kembangkan AIDEL, Hadirkan Tutor AI untuk Pembelajaran Ekonomi di Jawa Timur

Malangpariwara.com – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai diarahkan untuk menjawab tantangan pembelajaran ekonomi di sekolah.

Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan AI-Driven Economics Learning (AIDEL), sebuah model pembelajaran berbasis AI yang dirancang untuk membantu siswa SMA memahami konsep ekonomi melalui pendampingan personal, latihan adaptif, dan simulasi fenomena ekonomi.

Pengembangan yang berlangsung pada Juli–Agustus 2026 tersebut berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran ekonomi yang tidak berhenti pada hafalan teori.

Siswa perlu mampu membaca data, memahami hubungan antar variabel, menganalisis perubahan pasar, hingga menjelaskan dampak kebijakan ekonomi berdasarkan persoalan nyata.

AIDEL dirancang untuk menjembatani kebutuhan tersebut melalui integrasi teknologi AI dengan pendekatan pedagogis. Platform ini memadukan chatbot berbasis AI, fitur AI Personal Tutor, latihan numerasi yang dipersonalisasi, simulasi ekonomi, serta sistem pemantauan pembelajaran yang dapat mendukung pekerjaan guru.

Alih-alih menempatkan teknologi sekadar sebagai media penyampaian materi, pengembangan AIDEL mengarah pada pengalaman belajar yang lebih responsif terhadap kebutuhan siswa.

Melalui sistem pendampingan berbasis AI, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan, meminta penjelasan tambahan, mengerjakan latihan, dan memperoleh umpan balik selama mempelajari materi ekonomi.

Menggeser Pembelajaran dari Hafalan ke Analisis

Karakteristik ilmu ekonomi menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan AIDEL. Materi ekonomi tidak hanya menuntut penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan menafsirkan angka, membaca kecenderungan data, dan memahami perubahan kondisi yang memengaruhi aktivitas ekonomi.

Dalam konteks tersebut, pembelajaran yang seragam berpotensi belum menjawab seluruh kebutuhan peserta didik.

Perbedaan tingkat pemahaman dan kemampuan numerasi membuat siswa memerlukan dukungan belajar yang dapat disesuaikan dengan perkembangan masing-masing.

Laporan pengembangan AIDEL menempatkan kebutuhan peningkatan kompetensi ekonomi, literasi, dan numerasi sebagai dasar inovasi. Capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Ekonomi juga disebut sebagai salah satu pertimbangan dalam mengidentifikasi kebutuhan peningkatan pembelajaran.

AIDEL dikembangkan untuk menawarkan pendekatan yang lebih kontekstual. Melalui simulasi, misalnya, siswa dapat mempelajari keterkaitan permintaan dan penawaran, perubahan harga, inflasi, hingga resesi. Konsep yang sebelumnya dipahami melalui penjelasan teoritis dapat dieksplorasi melalui ilustrasi dan interaksi yang membantu siswa melihat hubungan sebab-akibat dalam fenomena ekonomi.

Sementara itu, latihan numerasi adaptif dirancang agar aktivitas belajar dapat disesuaikan dengan kemampuan siswa. Pendekatan ini diharapkan membantu guru menyediakan variasi latihan sekaligus memberi ruang bagi peserta didik untuk memperkuat pemahaman pada bagian materi yang masih sulit dikuasai.

AI Menjadi Pendamping, Guru Tetap Memegang Peran Utama

Salah satu fitur yang dikembangkan dalam AIDEL adalah AI Personal Tutor. Fitur ini dirancang sebagai pendamping belajar interaktif yang memungkinkan siswa bertanya tentang materi ekonomi dan memperoleh penjelasan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Fungsinya tidak terbatas pada tanya jawab. AI Personal Tutor juga diarahkan untuk membantu siswa memahami konsep, menelusuri penyelesaian latihan, dan menganalisis persoalan ekonomi. Dengan dukungan tersebut, siswa memiliki alternatif untuk mendapatkan penjelasan tambahan ketika menghadapi kesulitan belajar.

Meski demikian, AI dalam AIDEL tidak diposisikan sebagai pengganti guru. Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung proses pembelajaran, sedangkan guru tetap berperan dalam mengarahkan kegiatan belajar, menilai pemahaman siswa, serta memberikan pendampingan berdasarkan kondisi kelas.

Kombinasi chatbot, latihan adaptif, simulasi, dan pemantauan pembelajaran menjadi bagian dari upaya menghubungkan teknologi dengan kebutuhan pedagogis.

Melalui pendekatan ini, AIDEL diarahkan bukan hanya menjadi platform digital, melainkan model pembelajaran yang menempatkan interaksi, personalisasi, dan penguatan kompetensi sebagai unsur utama.

Diuji Bersama Guru Ekonomi di Kediri dan Blitar

Untuk mempertemukan rancangan teknologi dengan kebutuhan di sekolah, pengembangan AIDEL melibatkan guru ekonomi melalui kegiatan pengujian di Kabupaten Kediri dan Blitar. Kolaborasi dilakukan bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi MA Kabupaten Kediri dan MGMP Ekonomi MA Blitar.

Keterlibatan kedua komunitas guru tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan. Guru tidak hanya menjadi calon pengguna, tetapi juga pihak yang dapat memberikan penilaian terhadap relevansi fitur, kemudahan penggunaan, serta kesesuaiannya dengan karakteristik pembelajaran ekonomi.

Melalui kegiatan pengujian, guru berkesempatan mengeksplorasi fitur AIDEL dan mendiskusikan peluang penerapan AI dalam kegiatan belajar mengajar. Masukan dari para praktisi pendidikan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meninjau kembali rancangan antarmuka, alur interaksi, materi, latihan numerasi, dan simulasi ekonomi.

Pengujian di dua wilayah juga membuka ruang untuk menghimpun perspektif dari lingkungan sekolah yang berbeda. Kebutuhan siswa, pengalaman guru dalam menggunakan teknologi, dan kondisi pembelajaran dapat bervariasi sehingga tanggapan dari berbagai pengguna diperlukan dalam penyempurnaan model.

Namun, kegiatan pengujian tersebut perlu dibedakan dari pembuktian efektivitas pembelajaran. Penilaian mengenai kemudahan penggunaan dan penerimaan guru merupakan bagian dari evaluasi pengembangan, sedangkan kesimpulan mengenai peningkatan hasil belajar memerlukan data pengukuran yang memadai.

Dikembangkan dengan Tahapan Riset yang Sistematis

AIDEL dikembangkan menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation.

Tahap analisis digunakan untuk memetakan kebutuhan siswa dan guru, karakteristik materi, kesenjangan kompetensi, serta kesiapan teknologi. Hasil analisis menjadi dasar perancangan struktur pembelajaran, antarmuka pengguna, alur chatbot, latihan adaptif, simulasi ekonomi, dan sistem pemantauan.

Pada tahap pengembangan, rancangan tersebut diwujudkan menjadi prototipe dengan dukungan teknologi digital dan Large Language Model (LLM).

Tahap implementasi diarahkan pada penggunaan model dalam konteks pembelajaran, sedangkan evaluasi digunakan untuk meninjau kualitas sistem, keterlaksanaan, penerimaan pengguna, dan efektivitas berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam penelitian.

Dengan kerangka tersebut, pengembangan AIDEL mencakup dua aspek yang saling berkaitan: kesiapan teknologi dan kesesuaian model dengan tujuan pembelajaran. Keduanya diperlukan agar pemanfaatan AI tidak berhenti pada kecanggihan fitur, tetapi juga relevan dengan materi dan kebutuhan pendidikan.

Tim Lintas Keahlian Menjadi Penggerak Pengembangan

Berdasarkan informasi pada bagian profil pengembang situs AIDEL, tim penelitian terdiri atas Ro’ufah Inayati, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua peneliti, bersama Sri Handayani, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Rizza Megasari, S.Pd., M.Pd., Ph.D., dan Khofifatu Rohmah Adi, S.Pd., M.Pd. sebagai anggota peneliti.

Pembagian kontribusi dalam tim mencakup pengembangan sistem dan integrasi AI, perancangan antarmuka pengguna, penyusunan materi ekonomi, serta pengelolaan server dan basis data. Pembagian tersebut memperlihatkan upaya menggabungkan keahlian teknologi dengan substansi pembelajaran ekonomi.

Kolaborasi lintas bidang menjadi relevan karena sistem pembelajaran berbasis AI harus memperhatikan lebih dari sekadar aspek teknis. Ketepatan materi, kemudahan penggunaan, kualitas interaksi, dan performa aplikasi turut menentukan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar.

Menyasar Pendidikan yang Lebih Adaptif

Pengembangan AIDEL dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Keterkaitan dengan SDG 4 tercermin dalam upaya merancang pengalaman belajar yang lebih adaptif dan mendukung penguatan kompetensi akademik. Sementara itu, integrasi AI menjadi bagian dari pemanfaatan inovasi teknologi untuk mendukung transformasi pendidikan.

Kolaborasi dengan MGMP juga memberi ruang bagi keterlibatan guru dalam proses pengembangan dan evaluasi. Pelibatan pengguna secara langsung diperlukan agar inovasi yang dirancang di lingkungan penelitian dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.

Melalui pengembangan dan pengujian bersama guru ekonomi di Kediri dan Blitar, UM berupaya membangun landasan bagi pemanfaatan AI dalam pembelajaran ekonomi di Jawa Timur. Tahap selanjutnya adalah memastikan bahwa rancangan tersebut dapat diterapkan secara tepat, dievaluasi berdasarkan bukti, dan dikembangkan sesuai kebutuhan peserta didik.

AIDEL pada akhirnya membawa satu gagasan utama: teknologi kecerdasan buatan dapat memperluas pilihan cara belajar, tetapi nilai pendidikan tetap ditentukan oleh kualitas materi, pendampingan guru, dan kemampuan siswa dalam memahami serta menganalisis persoalan ekonomi. (Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *