Malangpariwara.com – Janata Lavanya Leticia Zulkarnain, yang akrab disapa Vanya, merupakan dai cilik asal Malang yang menorehkan sejumlah prestasi di bidang dakwah dan public speaking.
Siswi SD Islam Aswaja, Klojen, Kota Malang, ini telah meraih prestasi dalam kompetisi dai cilik tingkat regional hingga nasional. Selain aktif berdakwah, Vanya juga menekuni hafalan Al-Qur’an dan telah menghafal 13 juz.
Vanya lahir di Malang pada 13 Agustus 2015. Ketertarikannya terhadap dunia dakwah dan kemampuan berbicara di depan umum tumbuh sejak usia dini.
Ia kerap menyaksikan ayahnya, Husni Zulkarnain, menyampaikan ceramah di berbagai tempat. Pengalaman tersebut menjadi salah satu inspirasi bagi Vanya untuk mengikuti jejak sang ayah dalam menyebarkan pesan-pesan kebaikan.
“Ayah sering memberikan nasihat dan mengajarkan saya cara berbicara yang baik di depan orang banyak. Itu yang membuat saya termotivasi,” ungkap Vanya.
Minat tersebut kemudian dikembangkan melalui keikutsertaannya dalam berbagai perlombaan.
Pada 2022, Vanya meraih juara III dalam lomba dai cilik tingkat Malang Raya. Prestasinya meningkat pada 2023 ketika ia berhasil meraih juara I dalam ajang Pekan Olahraga, Akademik, dan Seni (POAS) PGMI tingkat nasional.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan Vanya dalam mengembangkan kemampuan berdakwah dan berbicara di depan publik. Dukungan kedua orang tuanya, Husni Zulkarnain dan Siti Maida Sari, turut membantu Vanya menjalani berbagai kegiatan pengembangan bakat.
Tidak hanya tampil dalam perlombaan, Vanya juga kerap diundang untuk mengisi tausiah di masjid dan sekolah di wilayah Malang. Dengan bahasa yang sederhana, ia menyampaikan pesan-pesan keagamaan agar mudah dipahami oleh para pendengar, termasuk anak-anak seusianya.
Aktivitas dakwah Vanya juga menjangkau media penyiaran. Ia memiliki program rutin setiap Rabu di Radio Republik Indonesia (RRI). Melalui program tersebut, Vanya menyampaikan ceramah dan pesan moral kepada para pendengar.
“Saya senang bisa berbagi cerita dan ilmu melalui radio. Rasanya seperti mengajak orang untuk melakukan kebaikan. Walaupun lelah sepulang sekolah harus mengisi tausiah, tetapi itu adalah hal yang menyenangkan bagi saya,” tuturnya.
Di samping prestasinya di bidang dakwah, Vanya juga menekuni tahfizul Qur’an dan bidang bahasa. Hingga informasi ini disusun, ia telah menghafal 13 juz Al-Qur’an. Ia bercita-cita menjadi dokter sekaligus hafizah atau perempuan penghafal Al-Qur’an.
“Saya ingin menjadi dokter supaya bisa membantu banyak orang, dan tetap menjadi hafizah yang bisa memberi manfaat untuk sesama,” katanya.
Ayah Vanya, Husni Zulkarnain, mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih putrinya. Menurutnya, kegiatan dakwah perlu dijalankan secara seimbang dengan pendidikan formal agar perkembangan akademik dan karakter anak tetap terjaga.
“Kami selalu berusaha untuk menyeimbangkan antara kegiatan dakwah dan akademik Vanya. Itu yang terpenting, karena bagaimanapun pendidikan juga harus diperhatikan,” jelas Husni.
Husni bersama istrinya berupaya mendampingi perkembangan Vanya melalui keteladanan dan dukungan terhadap kegiatan positif yang dijalaninya. Bagi keluarga, keberhasilan anak tidak hanya diukur dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari proses belajar, pembentukan karakter, dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui prestasi di bidang dakwah, aktivitas penyiaran, dan hafalan Al-Qur’an, Janata Lavanya Leticia Zulkarnain atau Vanya terus mengembangkan potensinya sejak usia dini.
Ia berharap dapat mewujudkan cita-citanya menjadi dokter sekaligus hafizah serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu dan kemampuan yang dimilikinya.(Djoko W)






