Jalani Rawat Inap, Atik Rasakan Kemudahan Layanan JKN Tanpa Diskriminasi

Malangpariwara.com – Kemudahan akses layanan kesehatan dan perlakuan tanpa diskriminasi menjadi manfaat yang dirasakan Atik Ulwalidiyah (54), peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri, saat menjalani rawat inap di Klinik Rawat Inap Global Sarana Medika Malang.

Atik harus menjalani perawatan akibat infeksi saluran pencernaan yang berkaitan dengan kondisi lambung. Setelah tiga hari dirawat, kondisi kesehatannya berangsur membaik. Selama proses pengobatan, ia mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam memperoleh pelayanan kesehatan menggunakan JKN.

“Saya dirawat di Klinik Rawat Inap Global Sarana Medika Malang karena terindikasi infeksi saluran pencernaan. Jadi lebih ke lambung. Kebetulan hari ini sudah hari ketiga saya dirawat dan kondisi sudah sangat membaik,” ujar Atik.

Menurut Atik, pelayanan yang diterimanya selama menjalani rawat inap berlangsung dengan baik. Ia juga mendapatkan informasi mengenai pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, sementara proses perawatan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Pengalaman tersebut membuatnya merasakan langsung manfaat Program JKN dalam memberikan akses terhadap pelayanan kesehatan. Baginya, kepesertaan JKN membantu memberikan kepastian ketika membutuhkan pemeriksaan maupun perawatan medis.

“Selama saya menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat dan melakukan rawat inap, tidak pernah ada diskriminasi apa pun, baik oleh petugas ataupun dokter yang melayani. Pelayanan yang diberikan sangat baik dan harapannya ini bisa ditingkatkan karena saya sendiri sudah puas dengan pelayanannya,” tuturnya.

Di balik pengalaman menjalani perawatan, Atik juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan. Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar gangguan kesehatan dapat diketahui dan memperoleh penanganan yang sesuai.

Ia mendorong peserta JKN untuk memahami hak kepesertaannya dan memanfaatkan fasilitas kesehatan ketika membutuhkan layanan medis.

“Mungkin saya berpesan kepada seluruh masyarakat agar memahami haknya sebagai peserta JKN dengan memanfaatkan untuk datang ke fasilitas kesehatan jika memang membutuhkan pemeriksaan atau berobat,” tambahnya.

Atik berharap Program JKN dapat terus berkelanjutan sebagai bentuk perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Ia juga berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan mutu pelayanan sehingga peserta semakin mudah mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan.

“Saya dan semua peserta JKN berharap agar Program JKN bisa terus berkelanjutan menjadi penjamin kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Harapannya BPJS Kesehatan bisa terus memperbaiki mutu layanan dan meningkatkan pelayanan supaya semakin baik ke depannya,” pungkas Atik.

Pengalaman Atik menjadi gambaran pentingnya akses layanan kesehatan yang mudah, bermutu, dan setara bagi peserta JKN. Ia berharap manfaat tersebut terus dirasakan masyarakat sehingga tidak perlu menunda pemeriksaan maupun pengobatan saat mengalami gangguan kesehatan.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *