Malangpariwara.com – Upaya menanamkan kecintaan terhadap Tanah Air perlu dilakukan tidak hanya melalui pembelajaran sejarah dan pendidikan kewarganegaraan, tetapi juga dengan menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan melalui lagu nasional.
Salah satunya dengan mengenalkan dan membiasakan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stansa di lingkungan pendidikan.
Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Dra. Sri Untari Bisowarno, M.AP., mendorong agar lagu Indonesia Raya tiga stansa kembali diperkenalkan secara lebih luas kepada generasi muda, khususnya peserta didik di Jawa Timur.
Menurut Sri Untari, ketiga stansa dalam lagu ciptaan Wage Rudolf Supratman tersebut memiliki makna mendalam. Tidak sekadar pujian terhadap Indonesia, setiap bait juga mengandung doa dan harapan bagi bangsa.
Ia menjelaskan, kata-kata yang terus diucapkan dapat menjadi doa. Karena itu, menyanyikan Indonesia Raya secara utuh diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran, kecintaan, serta rasa memiliki terhadap bangsa dan negara.
“Setiap stansa itu mengandung pujian kepada Indonesia sekaligus doa. Ketika terus-menerus diucapkan, menjadi doa bagi bangsa ini. Karena itu, makna yang terkandung dalam seluruh bait perlu dipahami, bukan sekadar dinyanyikan,” demikian penjelasan Sri Untari.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia Raya tiga stansa merupakan karya asli WR Supratman yang memiliki latar sejarah perjuangan kemerdekaan. Lagu tersebut menjadi bagian penting dalam membangun semangat kebangsaan dan mengingatkan masyarakat terhadap cita-cita para pendiri bangsa.
Sebagai langkah konkret, Sri Untari berencana menyampaikan usulan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur agar lagu Indonesia Raya tiga stansa dapat disosialisasikan dan dinyanyikan dalam kegiatan pendidikan, terutama pada acara yang berlangsung di dalam ruangan tanpa pengibaran bendera.
Menurutnya, pengenalan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran untuk memahami kandungan nilai kebangsaan yang terdapat dalam setiap stansa. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mengenal Indonesia Raya sebagai lagu wajib nasional, tetapi juga memahami pesan dan doa yang terkandung di dalamnya.
Selain Indonesia Raya, Sri Untari juga memperkenalkan Mars Jawa Timur. Lagu tersebut menggambarkan karakter dan etos kerja masyarakat Jawa Timur yang menjunjung tinggi semangat kerja keras dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Pengenalan lagu daerah dan lagu kebangsaan tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas serta karakter masyarakat, khususnya generasi muda, di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.
Di sisi lain, Sri Untari turut menyinggung pentingnya membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui gerakan kebersihan, keasrian, dan kelestarian alam yang dimulai dari tingkat rukun tetangga (RT).
Ia mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan mengoptimalkan pemilahan dan pengolahan sampah organik sejak dari rumah tangga. Pendekatan ini tidak hanya ditujukan untuk mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
Pengelolaan sampah organik, menurutnya, perlu diarahkan menjadi kegiatan produktif yang melibatkan warga secara langsung. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi objek program kebersihan, tetapi turut berperan sebagai pelaku dalam menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan alami.
Bagi Sri Untari, penanaman nilai kebangsaan dan kepedulian lingkungan merupakan bagian dari pembentukan karakter masyarakat.
Semangat mencintai Indonesia perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, baik dalam menjaga persatuan maupun merawat lingkungan tempat tinggal.(Djoko W)






