Malangpariwara.com – Upaya penghijauan sekaligus mitigasi bencana dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) di Desa Pakunden, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.
Pada Minggu (18/1/2026), mahasiswa menanam dan membagikan bibit pohon kepada warga sebagai langkah edukasi menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana alam.
Kegiatan ini menyasar area BUMDes, kawasan wisata Sabo Dam, serta Dusun Mriyan. Tidak sendiri, program ini berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, pengelola desa, serta kelompok tani setempat.
Selain penanaman, mahasiswa juga membagikan brosur edukasi kepada warga tentang cara menanam dan merawat pohon dengan benar.
Ketua Kelompok KKN Untidar Desa Pakunden, Dedy A.M, mengatakan penghijauan menjadi langkah penting untuk masa depan desa.
“Kami melihat penghijauan ini sebagai langkah vital untuk mitigasi bencana. Pohon-pohon ini kami harapkan dapat mencegah longsor dan mengurangi risiko dampak lahar dingin. Sekaligus menciptakan ruang hijau yang menyejukkan bagi warga Pakunden,” tegasnya.
Fokuskan Edukasi Lingkungan

Dijelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga edukasi lingkungan sejak dini.
Mahasiswa turut mendampingi anak-anak desa mempraktikkan cara menanam pohon di sekitar kawasan Sabo Dam.
Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga alam.
Adapun jenis bibit yang ditanam meliputi tanaman konservasi dan obat-obatan seperti Akasia, Asam Jawa, Gayam, Indigofera, Pronojiwo, Mundu, Merbau, dan Kepundung, serta pohon Tabebuya sebagai tanaman hias.
Selain berfungsi mencegah erosi dan menyerap polusi udara, tanaman juga dapat menjadi sumber pangan tambahan dan obat tradisional bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Aparatur desa, pengelola wisata, hingga kelompok tani ikut terlibat langsung dalam proses penanaman.
Sinergi ini sekaligus mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat setempat.
Lewat program penghijauan ini, mahasiswa KKN Untidar berharap Desa Pakunden dapat menjadi kawasan yang lebih asri, sehat, dan tangguh terhadap bencana.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi contoh gerakan pelestarian lingkungan berbasis kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. (Djoko W)






