COIL 2026 Polinema Perkuat Kolaborasi Akademik Internasional di Bidang Bisnis dan Keuangan

Malangpariwara.com – Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui kegiatan Collaborative Online International Learning (COIL) 2026.

Program ini menghadirkan kolaborasi pembelajaran daring antara dosen dan mahasiswa dengan mitra perguruan tinggi luar negeri untuk membahas isu strategis di bidang bisnis dan keuangan.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polinema, Prof. Rosa Andrie Asmara.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program COIL menjadi langkah penting dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus memberikan pengalaman belajar global bagi mahasiswa.

Menurutnya, kolaborasi akademik lintas negara ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk memahami dinamika dunia bisnis dan keuangan dari berbagai perspektif internasional.

Sesi pertama diisi oleh Dr. Shadi Bani-Hani yang membawakan materi tentang Corporate Ownership Structure and Financial Performance.

Ia menjelaskan bahwa struktur kepemilikan perusahaan dapat memengaruhi kinerja dan tata kelola perusahaan.

Melalui pendekatan agency theory, ia menekankan pentingnya sistem pengawasan yang efektif agar kepentingan manajemen tetap sejalan dengan kepentingan para pemegang saham.

Materi berikutnya disampaikan oleh Rachma Bhakti Utami, CSA., CIIQA, dosen Politeknik Negeri Malang, yang membahas keberlanjutan bisnis melalui studi kasus keuangan, khususnya dari pengalaman kegagalan dan keberhasilan startup.

Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan bahwa ekosistem startup global, termasuk di Indonesia, berkembang pesat dengan lebih dari 3.100 startup aktif. Namun, banyak di antaranya gagal bertahan dalam lima hingga sepuluh tahun pertama karena lemahnya pengelolaan keuangan, tata kelola perusahaan, serta manajemen risiko.

Ia juga menyinggung studi kasus pada perusahaan fintech peer-to-peer lending yang menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan stabilitas keuangan.

Sementara itu, sesi terakhir disampaikan oleh Dr. Afusat Jaiyeola yang mengulas pentingnya analisis laporan keuangan dalam menilai kinerja perusahaan.

Menurutnya, analisis laporan keuangan merupakan metode untuk mengevaluasi performa dan stabilitas suatu entitas melalui berbagai rasio keuangan. Laporan seperti income statement, balance sheet, dan cash flow statement dapat dianalisis menggunakan rasio profitabilitas, likuiditas, efisiensi, hingga rasio investasi guna mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat.

Setiap sesi juga diikuti diskusi interaktif antara narasumber dan mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan serta tanggapan yang muncul selama kegiatan berlangsung.

Program COIL sendiri merupakan model pembelajaran kolaboratif yang menghubungkan dosen dan mahasiswa dari berbagai negara dalam kegiatan akademik bersama secara daring.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu memperluas wawasan global, meningkatkan kompetensi akademik, serta memahami praktik bisnis dan keuangan dari perspektif internasional. (Djoko W)