Board Game Lingkungan Antar Mahasiswa UMM Raih Penghargaan Internasional

SINGAPURA–MALAYSIA

Malangpariwara.com — Inovasi sederhana berbasis permainan papan justru mengantarkan prestasi besar di kancah internasional. Mahasiswa Magister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang, Izza Amalia, berhasil meraih penghargaan Best Delegate dalam ajang International Youth Connection Batch 4 yang digelar di Singapura dan Malaysia pada 20–23 April 2026.

Izza Amalia, berhasil meraih penghargaan Best Delegate dalam ajang International Youth Connection Batch 4.(Ist)

Capaian tersebut berangkat dari kegelisahan Izza terhadap metode edukasi lingkungan yang dinilai masih kaku dan kurang menarik bagi generasi muda. Ia kemudian menggagas sebuah board game edukatif bertajuk “Pahlawan PRIMA” sebagai alternatif pembelajaran yang lebih interaktif dan aplikatif.

“Permainan ini saya rancang agar edukasi lingkungan tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendorong aksi nyata,” ujar Izza.

Dalam permainan tersebut, pemain diajak masuk ke dalam cerita Pulau PRIMA—sebuah kawasan yang awalnya hijau dan seimbang, namun perlahan mengalami kerusakan akibat sampah, krisis air, dan bencana ekologis. Pemain kemudian berperan sebagai “pahlawan” yang harus mengambil keputusan strategis untuk menyelamatkan pulau.

Setiap langkah dalam permainan memiliki konsekuensi langsung terhadap kondisi lingkungan di Pulau PRIMA. Hal ini membuat pemain tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga belajar mengambil keputusan berbasis solusi.

Secara mekanisme, board game ini dilengkapi berbagai kartu interaktif, mulai dari kartu aksi yang mengajarkan perilaku ramah lingkungan, kartu tantangan yang mendorong praktik langsung, hingga kartu risiko yang memicu diskusi kelompok. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih hidup dan kolaboratif.

Izza menilai, metode berbasis permainan mampu meningkatkan keterlibatan peserta dibandingkan pendekatan konvensional. “Saya ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan keseharian, sehingga pesannya bisa membekas dan mengubah perilaku,” tambahnya.

Tak hanya meraih penghargaan individu, inovasi tersebut juga membawa tim Izza menyabet predikat Best Group dalam ajang yang sama. Prestasi ganda ini sekaligus menegaskan bahwa inovasi mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan diakui di tingkat global, terutama dalam mendorong kesadaran lingkungan melalui pendekatan kreatif.(Djoko W)