Malangpariwara.com – Dinas Kesehatan Kota Malang terus menggencarkan upaya penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak melalui program Crash Uptake Campaign (CUC) atau Kejar Serentak Campak.
Program ini melibatkan 11 rumah sakit terpilih guna mempercepat cakupan imunisasi pada anak.
Sasaran utama program ini adalah anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi campak-rubella (MR) secara lengkap, baik dosis pertama (MR1) maupun dosis kedua (MR2).
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, Malang melalui keterangannya menyampaikan bahwa pelaksanaan imunisasi tetap mengacu pada ketentuan usia yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk MR1 diberikan pada usia 9 bulan, MR2 pada usia 18–24 bulan, serta imunisasi lanjutan pada anak usia 7 tahun atau kelas 1 SD.
“Imunisasi kejar MR dari pemerintah hanya dapat diberikan pada anak hingga usia 59 bulan, sehingga masyarakat diharapkan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat dapat mendaftarkan anaknya melalui tautan yang telah disediakan dan tetap dibuka tanpa batas waktu.
Selain itu, peserta yang datang langsung ke fasilitas layanan kesehatan juga tetap akan dilayani.
Dinas Kesehatan juga melakukan pemantauan harian ke lokasi pelayanan guna memastikan ketersediaan vaksin serta kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Koordinasi intensif dilakukan dengan petugas penanggung jawab (PIC) di masing-masing lokasi, termasuk terkait jumlah minimal peserta untuk pembukaan vial vaksin yang ditetapkan sebanyak lima anak.
Berdasarkan data terbaru, salah satu lokasi pelayanan yakni RSIA Melati Children Hospital telah mencatat pendaftar terbanyak, sebanyak 85 peserta yang mendaftar hingga Minggu malam.
Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, Dinas Kesehatan telah menyalurkan 9 vial vaksin ke fasilitas tersebut.
Melalui program ini, Dinas Kesehatan Kota Malang berharap dapat meningkatkan cakupan imunisasi serta menekan penyebaran campak di wilayah Kota Malang.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak usia sasaran, untuk segera melengkapi imunisasi demi melindungi anak dari penyakit campak,” tutupnya.
Sampai hari ini audah ada 158 yang terdaftar yang tersebar di 11 RS.

Direktur RSIA Melati Children Hospital, dr. Eko Yuli Yanto Prabowo , menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut.
Menurutnya, campak merupakan penyakit menular yang sangat mudah menyebar dan berisiko menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak.
“Campak bukan sekadar penyakit dengan gejala ruam, tetapi dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak. Oleh karena itu, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk melindungi anak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan program dengan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Berdasarkan data terbaru, RSIA Melati Children Hospital telah mencatat sebanyak 89 peserta yang mendaftar hingga hari ini, dengan dukungan 9 vial vaksin dari Dinas Kesehatan Kota Malang.
Melalui program ini, diharapkan cakupan imunisasi meningkat dan penyebaran campak di Kota Malang dapat ditekan secara signifikan.
Masyarakat, khususnya orang tua dengan anak usia sasaran, diimbau untuk segera melengkapi imunisasi demi kesehatan dan keselamatan anak. (Djoko W)






