Malangpariwara.com – Pelaksanaan program imunisasi kejar (Catch-Up Campaign/ CUC) campak di RSIA Melati Children Hospital (MCH) Malang menunjukkan respons positif dari masyarakat.
Memasuki hari kedua, Rabu (7/4/26) pelaksanaan, antrean orang tua yang membawa balita terlihat mengular bahkan sebelum layanan dibuka pada pukul 15.00 WIB di MCH.
Program imunisasi kejar campak ini merupakan upaya melengkapi imunisasi anak, khususnya bagi yang belum mendapatkan vaksin sesuai jadwal.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh RSIA Melati Children Hospital bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pemkot Malang
Kepala Bidang Pelayanan Medis MCH, dr. Dita Rosita Marsudi Putri, M.MRS, menyebut tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator meningkatnya kesadaran orang tua.
Program telah berlangsung selama dua hari terakhir dan akan terus berjalan sesuai jadwal yang ditentukan.
“Pelaksanaan dipusatkan di RSIA Melati Children Hospital, Kota Malang, dengan peserta tidak hanya berasal dari Kota Malang tetapi juga dari wilayah Kabupaten Malang,” sebut dr Dita.
Dikatakan dr Dita, program ini digelar sebagai respons atas status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak, sekaligus untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan menekan penyebaran penyakit di kalangan anak-anak.
“Antusiasme terlihat dari jumlah peserta yang terus meningkat. Pada hari pertama, sekitar 40 dari 50 pendaftar hadir. Sementara hari kedua, tercatat 63 pendaftar online dan lebih dari 56 pasien datang langsung, dengan tingkat kehadiran mencapai hampir seratus persen,” ungkapnya.
Mayoritas peserta merupakan anak usia di bawah 59 bulan sesuai sasaran program.
Pendaftaran dilakukan melalui Dinas Kesehatan serta inisiatif internal rumah sakit melalui media sosial dan WhatsApp.

Sebelum vaksinasi, anak menjalani pemeriksaan tinggi dan berat badan. Pasca imunisasi, orang tua dianjurkan memberikan paracetamol jika anak mengalami demam.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan Catch-up Campaign (CUC) imunisasi campak yang digelar serentak di berbagai fasilitas kesehatan.
Pengelola Program Imunisasi Dinkes Kota Malang, Wirantika, menyampaikan bahwa program ini telah dimulai sejak 1 April 2026 dan dilaksanakan di berbagai titik, mulai dari Posyandu, Puskesmas, sekolah, hingga rumah sakit.
“Khusus di rumah sakit, pelaksanaan hanya berlangsung dua hari, yakni 6 hingga 7 April 2026. Jadwalnya kami atur pada pukul 15.00 sampai 17.00 WIB agar bisa menjangkau orang tua yang tidak sempat datang di jam kerja,” ujarnya.
Sebanyak 11 rumah sakit di Kota Malang dilibatkan dalam kegiatan ini. Dinkes juga melakukan supervisi harian dengan membagi tim ke setiap lokasi untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar.
Dari seluruh lokasi, jumlah peserta relatif merata. Namun, titik layanan yang berada di bawah naungan Melati Group, yakni Melati Children Hospital dan RSIA Melati Husada, tercatat memiliki jumlah peserta terbanyak karena merupakan gabungan dua fasilitas layanan.
“Pemilihan 11 rumah sakit ini kami sesuaikan agar mewakili lima kecamatan di Kota Malang, sehingga masyarakat bisa mengakses layanan di lokasi terdekat,” jelasnya.
Wirantika menambahkan, tidak semua rumah sakit dilibatkan karena program ini bersifat “kejar”, yakni untuk melengkapi status imunisasi campak anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum lengkap.
Hal ini berbeda dengan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) sebelumnya yang menyasar seluruh anak tanpa melihat status imunisasi.
“Dalam program ini, kami melakukan screening terlebih dahulu untuk memastikan anak yang benar-benar membutuhkan imunisasi tambahan,” katanya.
Selain itu, ditemukan pula sejumlah anak di atas usia 59 bulan yang datang mengikuti kegiatan. Namun, sesuai ketentuan, anak dalam kelompok usia tersebut akan mengikuti program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) saat memasuki usia sekolah dasar.
Terkait dosis imunisasi, Wirantika menjelaskan bahwa jarak antara vaksin MR pertama dan kedua adalah enam bulan, sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan penyakit campak. Anak yang belum mendapatkan imunisasi memiliki risiko komplikasi yang lebih besar dibandingkan anak yang telah diimunisasi.

Salah satu peserta, Ahmad Azam (44 bulan) asal Wagir, turut mengikuti imunisasi bersama ibunya. Karisma Ibu balita Azam mengaku memilih MCH karena pelayanan yang cepat dan ramah.
Selain itu, fasilitas ramah anak seperti area bermain, tayangan TV film kartun, serta mendapatkan bingkisan membuat anak merasa nyaman dan tidak takut saat imunisasi.

dr. Dita mengimbau orang tua untuk tidak ragu melengkapi imunisasi anak. “Vaksin sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika anak terpapar penyakit, gejalanya bisa lebih ringan,” ujarnya.
Usai program CUC, MCH tetap menyediakan layanan imunisasi rutin setiap hari, seperti vaksin Polio, DPT, dan Influenza melalui poli anak pagi dan sore.
Dengan tingginya partisipasi masyarakat, program ini diharapkan mampu mencapai target cakupan imunisasi sekaligus menekan angka kasus campak di wilayah Malang dan sekitarnya.(Djoko W)






