Malang, 25 April 2026
Malangpariwara.com – Upaya menghadirkan layanan kesehatan inklusif bagi penyandang disabilitas terus diperkuat melalui kegiatan Posyandu Disabilitas di Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Malang Autism Center (MAC) dan Kelurahan Penanggungan, dengan tujuan menghadirkan layanan yang ramah, mudah diakses, serta berdampak langsung bagi penyandang disabilitas dan keluarganya.
Transformasi layanan disabilitas di Kota Malang mulai menunjukkan arah baru. Melalui program ini, posyandu tidak lagi sekadar menjadi tempat pendataan, tetapi berkembang menjadi ruang assessment dan intervensi nyata bagi masyarakat.
Program ini juga merupakan bagian dari kebijakan pemerintah daerah yang didukung APBD untuk empat kelompok rentan, yakni anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.
Hingga saat ini, layanan posyandu disabilitas di Malang baru tersedia di beberapa titik, dan Kelurahan Penanggungan menjadi salah satu wilayah yang mengembangkan program dengan pendekatan lebih terarah.
Penguatan tersebut tidak lepas dari peran aktif MAC dalam menginisiasi kemitraan strategis serta mengoptimalkan potensi program agar lebih tepat sasaran dan berdampak.

Founder dan Managing Director Malang Autism Center, Mohammad Cahyadi SE MPd, menyampaikan bahwa dalam pelaksanaannya, MAC melakukan assessment komprehensif terhadap peserta berdasarkan data yang dimiliki kelurahan.
Proses ini mencakup identifikasi kondisi disabilitas, termasuk klasifikasi individu dalam spektrum autisme, serta skrining kebutuhan fisioterapi untuk mengetahui kondisi fisik yang memerlukan penanganan lanjutan.
Sebagai tindak lanjut, MAC menentukan kebutuhan intervensi prioritas bagi peserta.
Anak dalam spektrum autisme dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses ke program Omah Terapi Autis (OTA), yakni layanan terapi khusus bagi anak dengan keterbatasan ekonomi. Sementara itu, peserta yang membutuhkan fisioterapi difasilitasi melalui Klinik Fisioterapi Patria dengan biaya terjangkau.
Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen MAC dalam memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Tidak hanya sebagai penyedia layanan, MAC juga berperan sebagai mitra strategis yang menjembatani kebutuhan masyarakat dengan sumber daya yang tersedia, serta memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Autisme Internasional yang diisi dengan aksi nyata, bukan sekadar seremonial.
Melalui langkah ini, MAC menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ke depan, MAC membuka peluang kolaborasi lebih luas guna memperluas jangkauan layanan inklusif di Kota Malang.
Model ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan posyandu disabilitas berbasis intervensi nyata yang mampu meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas secara berkelanjutan.
Sementara itu, Plt Lurah Penanggungan Amanullah Abror, S.STP., MAP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar pada 11 April 2026. Ia menjelaskan, program ini digelar karena angka penyandang disabilitas di wilayah Penanggungan tergolong cukup tinggi, dengan data terbaru mencatat sekitar 40 orang.
“Kami berkolaborasi bersama MAC agar bisa memberikan layanan nyata bagi warga kami yang berkebutuhan khusus utamanya Autis.

Salah satu orang tua, Istiqomah, menceritakan pengalaman mendampingi putranya yang kini menjalani terapi.
Awalnya, sang anak mengalami demam berkepanjangan hingga akhirnya didiagnosis infeksi saluran kencing setelah pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.
Seiring waktu, anaknya mengalami kejang dan keterlambatan bicara.
Ia juga telah berkonsultasi ke psikiater dan disarankan menjalani pengobatan jangka panjang, meski pelaksanaannya tidak selalu mudah.
“Anaknya belum bisa bicara dan cenderung pendiam. Kalau tantrum hanya saat keinginannya tidak terpenuhi,” ujarnya.
Menurutnya, anak tersebut masih dalam spektrum dan membutuhkan terapi berkelanjutan untuk mendukung tumbuh kembangnya.
” Alhamdulillah ada MAC bisa konsultasi dan teraphy lanjutan yang lebih intensif,” tandas Istiqomah.(Djoko W)






