Jelang Dua Dekade, Universitas Ma Chung Percepat Transformasi Menuju Kampus Trendsetter Berbasis Kolaborasi

Malangpariwara.com – Menjelang peringatan 20 tahun berdirinya, Universitas Ma Chung menegaskan komitmennya mempercepat transformasi institusi melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kualitas akademik, hingga pengembangan program studi baru.

Kampus ini menargetkan diri menjadi living trendsetter yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., dalam kegiatan media gathering yang digelar di Ruang Pinus Hotel Savana, Jumat (3/7/2026).

Mengusung tema “Fostering Transformative Convergence”, Prof. Yufra menilai percepatan perubahan hanya dapat diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak.

Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut perguruan tinggi tidak lagi berjalan sendiri, melainkan membangun kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami terus mengembangkan konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Kini berkembang menjadi hexa helix, di mana pihak-pihak yang terdampak, termasuk lingkungan, juga menjadi bagian penting dalam proses pembangunan dan pengambilan keputusan,” ujarnya.

Ia menambahkan, media memiliki posisi strategis dalam mempercepat transformasi pendidikan dan sosial.

Berbagai kajian yang dilakukan Universitas Ma Chung menunjukkan bahwa media mampu menjadi jembatan penyebaran inovasi, membangun kepercayaan publik, sekaligus memperluas dampak hasil riset perguruan tinggi.

“Media memiliki kontribusi besar dalam mendukung perubahan dan kemajuan masyarakat. Karena itu kami sangat menghargai peran media sebagai mitra strategis,” katanya.

Prof. Yufra menjelaskan, dua dekade pertama menjadi fase pembangunan fondasi Universitas Ma Chung sebagai living example atau kampus yang memberi teladan.

Memasuki usia ke-21 tahun, arah pengembangan akan ditingkatkan menjadi living trendsetter, yakni institusi yang tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi mampu membentuk arah perubahan melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.

“Kami ingin ikut membentuk dunia di mana kami berada. Bukan sekadar menjadi institusi pendidikan, tetapi menjadi penggerak perubahan yang memberi manfaat bagi masyarakat, baik di Malang maupun secara lebih luas,” tegasnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Universitas Ma Chung menetapkan tiga fokus utama hingga 6 Juli 2027.

Pilar pertama adalah membangun kepercayaan publik melalui peningkatan kualitas lulusan, penguatan riset, karya ilmiah, hak paten, inovasi, serta berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Kualitas bukan hanya diukur dari lulusan, tetapi juga dari kontribusi nyata kampus melalui penelitian, inovasi, dan karya akademik,” jelasnya.

Pilar kedua adalah peningkatan mutu akademik melalui penguatan akreditasi. Dari lima program studi saat pertama berdiri pada 2007, kini Universitas Ma Chung telah memiliki 12 program studi mulai jenjang diploma, sarjana, profesi hingga magister. Enam di antaranya telah meraih predikat Akreditasi Unggul.

Meski demikian, Prof. Yufra menegaskan bahwa keunggulan yang dibangun bukan sekadar mengejar predikat administratif, tetapi memastikan lulusan benar-benar memiliki kompetensi yang diakui dunia kerja dan masyarakat.

Adapun pilar ketiga adalah memperkuat kemandirian finansial institusi.

Ia mengungkapkan, sejak awal berdiri Universitas Ma Chung telah menerapkan prinsip efisiensi dan tata kelola yang sehat sehingga mampu mencapai kemandirian keuangan dalam waktu relatif singkat.

“Perguruan tinggi yang baik harus memiliki fondasi keuangan yang kuat agar dapat terus berkembang tanpa mengorbankan kualitas,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan berikutnya, Universitas Ma Chung juga tengah mempersiapkan pembukaan program doktor (S3).

Menurut Prof. Yufra, kehadiran jenjang doktor menjadi langkah penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

“Kalau S1 mempelajari pengetahuan, S2 mengembangkan pengetahuan, sedangkan S3 bertugas menemukan pengetahuan baru. Karena itu kami mulai mempersiapkan pembukaan program doktor,” katanya.

Selain itu, kampus juga merancang pembukaan Program Studi Hukum Bisnis guna menjawab kebutuhan dunia usaha dan perkembangan ekonomi modern.

Dengan berbagai langkah tersebut, Universitas Ma Chung optimistis memasuki usia ke-20 sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan riset, tetapi juga mampu menjadi pusat inovasi dan trendsetter yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.(Djoko W)