BUMN Dorong UMKM Naik Kelas, Malang City Expo 2026 Perkuat Ekonomi Kreatif dan Koperasi

MALANGPARIWARA.COM – Malang City Expo (MCE) 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran produk unggulan daerah.

Lebih dari itu, kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) di Malang City Point (MCP) pada 23–26 Juli 2026 ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koperasi, mendorong daya saing UMKM, sekaligus mengangkat potensi ekonomi kreatif dan seni budaya lokal.

Penyelenggaraan MCE 2026 merupakan bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional, Hari UMKM Nasional, serta Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang.

Selama empat hari, ribuan pengunjung disuguhi pameran produk unggulan, forum bisnis, workshop digitalisasi, festival seni budaya, hingga hiburan masyarakat yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, koperasi, BUMN, komunitas kreatif, dan masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi.(Djoko W)

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan Malang City Expo dirancang bukan hanya sebagai ruang promosi, tetapi juga menjadi etalase produk unggulan daerah sekaligus sarana membangun jejaring bisnis yang berkelanjutan.

“Malang City Expo menjadi wadah mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra maupun konsumen sehingga mampu menggerakkan perekonomian lokal melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya.

Pembukaan MCE 2026 pada Kamis (23/7/2026) dilakukan oleh Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi, Fiter Baresman Silaen, didampingi Kepala Diskopindag Kota Malang.

Dalam kesempatan tersebut juga digelar Temu Usaha Koperasi Desa Merah Putih yang diikuti sekitar 120 koperasi dan UMKM. Forum bisnis itu membahas strategi memperkuat pemasaran, membangun jejaring kemitraan, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi koperasi di berbagai daerah.

Masih pada hari yang sama, sekitar 100 pelaku UMKM mengikuti Workshop UMKM Cerdas Digital dengan narasumber Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Ari Anindya Hartika.

Workshop tersebut menekankan pentingnya transformasi digital sebagai strategi meningkatkan daya saing UMKM di tengah perubahan perilaku konsumen dan perkembangan ekonomi digital.

Sepanjang pelaksanaan expo, pengunjung juga dapat menikmati Pameran Produk Unggulan Daerah, Festival UMKM Kota Kreatif UNESCO bersama Kementerian UMKM, serta Festival Koperasi Desa Merah Putih hasil kolaborasi dengan Kementerian Koperasi.

Dukungan BUMN Perluas Pasar UMKM

Komitmen memperkuat UMKM juga datang dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus yang menjadi salah satu mitra strategis dalam MCE 2026.

Melalui partisipasi aktifnya, Pertamina menghadirkan dua UMKM binaan asal Kota Malang, yakni Fairuziba Bolen Malang dan Hataraya Food, sebagai contoh keberhasilan program pendampingan usaha yang dijalankan secara berkelanjutan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga harus dibarengi perluasan akses promosi dan pasar.

“Keberhasilan pemberdayaan UMKM tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga keterbukaan akses promosi dan pasar. Kami terus membawa mitra binaan ke berbagai pameran strategis agar mereka bisa memperluas jejaring bisnis dan tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan pemerintah pusat. Asisten Deputi Pemasaran Kementerian UMKM RI, Fiter Baresman Silaen, menilai Festival UMKM Kota Kreatif UNESCO menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“Kami ingin mendorong pelaku UMKM agar semakin dikenal, memiliki akses pasar yang lebih luas, serta mampu membangun kemitraan yang berkelanjutan demi meningkatkan daya saing mereka,” katanya.

Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Pemilik Fairuziba Bolen Malang, Ismi, mengaku keikutsertaan dalam pameran membuka peluang besar memperluas jaringan pemasaran sekaligus mendapatkan calon mitra bisnis baru.

“Kegiatan ini menjadi peluang emas bagi kami untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus memperoleh masukan untuk pengembangan usaha,” tuturnya.

Festival Tari Tradisional Semarakkan Expo

Semarak Malang City Expo 2026 semakin terasa dengan digelarnya Grand Final Festival Tari Tradisional dan Kreasi pada Sabtu (25/7/2026).

Ajang tersebut menjadi panggung kreativitas generasi muda sekaligus sarana pelestarian budaya daerah yang melibatkan puluhan sanggar tari dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Pengelola Sanggar Citra Natya Budaya, Qatrunnada Widad Woro Asih, menjelaskan seluruh peserta yang telah mendaftar hadir mengikuti kompetisi.

“Total ada 75 sanggar dari berbagai daerah di Jawa Timur. Semuanya hadir, mulai dari Kota Malang, Surabaya, Mojokerto, Tuban, hingga daerah lainnya,” ujarnya.

Pengelola Sanggar Citra Natya Budaya, Qatrunnada Widad Woro Asih.(Djoko W)

Kompetisi dibagi dalam berbagai kategori, mulai tingkat Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, SMP hingga kategori umum, baik nomor tunggal maupun grup.

Untuk menjaga objektivitas, panitia menerapkan sistem penilaian terbuka.

Nilai peserta langsung ditampilkan sesaat setelah penampilan selesai sehingga dapat disaksikan seluruh peserta dan penonton.

“Begitu peserta selesai tampil, nilainya langsung ditampilkan sehingga proses penilaian berlangsung transparan,” jelas Qatrunnada.

Para pemenang memperoleh trofi, uang pembinaan, serta penghargaan khusus bagi peserta dengan nilai tertinggi.

Kolaborasi untuk Ekonomi Daerah
MCE 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai BUMN dan lembaga strategis, antara lain PT Pertamina Patra Niaga, ANTAM, Bursa Efek Indonesia, Sang Hyang Seri, PNM, Taspen, Askrindo, Pegadaian, Bulog, Perum Jasa Tirta I, Pemerintah Kabupaten Ciamis, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang.

Lebih dari 50 UMKM Kota Malang bersama 10 koperasi desa dan koperasi kelurahan dari Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang memperoleh fasilitas stan pameran gratis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha lokal.

Rangkaian kegiatan ditutup pada Minggu (26/7/2026) dengan Ngalam Vocal Fest, sebelum secara resmi ditutup oleh Kepala Diskopindag Kota Malang.

Melalui penyelenggaraan Malang City Expo 2026, Pemerintah Kota Malang menegaskan komitmennya menjadikan koperasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya sebagai pilar utama pembangunan daerah.

Kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam ajang ini diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, menciptakan peluang usaha baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(Djoko W)