BI Malang Dorong UMKM Naik Kelas dan Literasi Digital Lewat Ragam Edukasi di Hari Kedua Sapta Rona Pesona 2026

MALANGPARIWARA.COM – Hari kedua pelaksanaan Sapta Rona Pesona (SRP) 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang di Malang Town Square, Jumat (31/7/2026), menghadirkan beragam kegiatan yang menggabungkan edukasi ekonomi, kesehatan, digitalisasi pembayaran, ekonomi syariah, hingga pengembangan kreativitas generasi muda.

Mengusung konsep yang lebih interaktif, SRP 2026 tidak hanya menjadi ruang promosi sistem pembayaran digital, tetapi juga wadah pemberdayaan pelaku UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu memperluas pasar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam zumba bersama masyarakat yang dipadukan dengan sosialisasi penggunaan QRIS dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan RS Hermina Tangkubanperahu Malang.

Pendekatan tersebut menjadi cara Bank Indonesia mengenalkan transaksi digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal di tengah aktivitas masyarakat.

Penguatan kapasitas usaha kemudian dilanjutkan melalui Talkshow UMKM Go Digital.

Sosialisasi penggunaan QRIS.(Djoko W)

Pada sesi ini, Dwina Oktivana dari GoPay menjelaskan berbagai kemudahan yang ditawarkan GoPay Merchant, mulai dari pencatatan transaksi, pengaturan pencairan dana hingga penerimaan pembayaran melalui QRIS Antarnegara yang memungkinkan wisatawan mancanegara bertransaksi secara praktis.

Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan fitur notifikasi suara sebagai langkah sederhana untuk memastikan transaksi benar-benar berhasil dan menghindari modus penggunaan bukti transfer palsu.

Sementara itu, praktisi pemasaran digital Vita Devita mengajak pelaku UMKM membangun identitas merek secara konsisten melalui berbagai kanal digital.

Menurutnya, pemanfaatan kreator afiliasi, konten kreatif, siaran langsung, hingga iklan digital harus dibarengi dengan perhitungan biaya operasional, komisi platform, pajak, dan promosi agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Selain meningkatkan kemampuan pemasaran, Bank Indonesia juga memperkuat aspek keamanan transaksi digital melalui program SPECTRA (Smart Protection, Education, and Consumer Transformation) yang diselenggarakan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ShopeePay.

Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai berbagai ancaman kejahatan digital seperti phishing, tautan palsu, aplikasi ilegal, penyalahgunaan kode OTP, pencurian data pribadi, investasi ilegal hingga pinjaman online ilegal.

Tri Riasari dari Bank Indonesia Malang menjelaskan perkembangan layanan QRIS yang kini terus berkembang, termasuk QRIS Antarnegara, QRIS TAP, serta QRIS TUNTAS.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap setiap informasi yang diterima dan memastikan kebenarannya sebelum melakukan transaksi.

Senada dengan itu, Frederick Alexander Rompies dari OJK mengingatkan pentingnya mengecek legalitas lembaga maupun produk investasi sebelum memutuskan berinvestasi.

Sedangkan Tiara Maharani dari ShopeePay mengajak masyarakat hanya mengunduh aplikasi dari sumber resmi, mengaktifkan fitur keamanan, serta selalu memeriksa nama penerima dan nominal sebelum menyelesaikan pembayaran.

Tak hanya fokus pada digitalisasi, SRP 2026 juga menghadirkan edukasi ekonomi syariah. Siti Nur Husnul Yusmiati dari Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Timur menjelaskan bahwa konsep halal tidak hanya berkaitan dengan bahan baku, tetapi juga mencakup proses produksi, distribusi, rantai pasok hingga mekanisme transaksi.

Materi tersebut diperkuat oleh Pasarsantri.id melalui pemaparan mengenai prinsip fikih muamalah dalam aktivitas perdagangan di marketplace agar seluruh proses jual beli berjalan sesuai ketentuan syariah.

Pengusaha Sambal Naknan asal Probolinggo, Viko Hudyangga, turut membagikan pengalamannya membangun usaha berbasis produk lokal.

Ia menekankan pentingnya legalitas usaha, sertifikasi halal, izin edar, perlindungan merek, menjaga kualitas produk, serta memahami kebutuhan pasar sebagai bekal untuk meningkatkan kepercayaan konsumen hingga menembus pasar ekspor.

Di sektor ekonomi kreatif, SRP 2026 menghadirkan Java Brew N’ Beats Manual Brew Competition yang menjadi ajang unjuk kemampuan para barista dalam teknik penyeduhan kopi. Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas seduhan, cita rasa, kreativitas, kebersihan, serta profesionalisme peserta.

Bank Indonesia juga menggelar program Duta UMKM dan Kopi yang diikuti 40 alumni penerima Beasiswa Bank Indonesia 2025 yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI).

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai rantai bisnis kopi, mulai dari budidaya, pengolahan hingga strategi pemasaran sebagai bekal membangun usaha berbasis potensi daerah.

Sementara itu, kalangan pelajar mendapat ruang berkompetisi melalui Turnamen Mobile Legends Antar-SMA yang diikuti 16 tim.

Selain menjadi ajang pengembangan bakat di bidang e-sport, kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai media edukasi penggunaan QRIS agar semakin dekat dengan generasi muda.

Melalui beragam kegiatan tersebut, hari kedua Sapta Rona Pesona 2026 menunjukkan bahwa edukasi ekonomi dan keuangan dapat dikemas secara menarik, sehat, kreatif, dan mudah diterima seluruh lapisan masyarakat.

Dengan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, serta berbagai mitra strategis, Bank Indonesia Malang berharap SRP 2026 mampu mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, meningkatkan perlindungan konsumen, memperkuat daya saing UMKM, sekaligus mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Daftar Pemenang

Lomba Mobile Legends Antar-SMA

Juara 1: SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen

Juara 2: SMA Negeri 6 Malang

Juara 3: SMA Katolik St. Albertus

Java Brew N’ Beats Manual Brew Competition

Juara 1: Enggar

Juara 2: Revaldi

Juara 3: Firmansyah

Harapan 1: Sidqon

Harapan 2: Taufikur

(Djoko W)