17.300 Maba Kepung UB, RAJA BRAWIJAYA 2026 Digelar dengan Konsep World Class University Orientation

MALANGPARIWARA.COM –  Lautan 17.300 mahasiswa baru memenuhi kawasan Universitas Brawijaya (UB), Senin (10/8/2026).

Mengenakan atribut mahasiswa baru, mereka memulai langkah pertama memasuki dunia perguruan tinggi melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) RAJA BRAWIJAYA 2026.

Tahun ini, UB tidak ingin menjadikan PKKMB sekadar seremoni penyambutan. RAJA BRAWIJAYA 2026 dikemas sebagai gerbang awal pembentukan karakter dan kapasitas mahasiswa baru dengan membawa semangat “Gelora Brawijaya: Membentuk Generasi Transformatif yang Inklusif, Inovatif, Berwawasan Global, dan Berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045.”

Rangkaian PKKMB tingkat universitas berlangsung selama tiga hari, 10–12 Agustus 2026, sebelum dilanjutkan dengan kegiatan di tingkat fakultas pada 13–15 Agustus 2026.

Konsep yang diusung tahun ini juga semakin kuat dengan pendekatan world class university orientation. UB ingin mahasiswa baru sejak awal tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga memahami bahwa mereka menjadi bagian dari perguruan tinggi yang memiliki jejaring dan orientasi global.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan Universitas Brawijaya, Dr. Sujarwo, S.P., M.P.,saat jumpa pers.(Djoko W)

Direktur Direktorat Kemahasiswaan Universitas Brawijaya, Dr. Sujarwo, S.P., M.P., mengatakan RAJA BRAWIJAYA menjadi momentum bagi universitas untuk menunjukkan wajah terbaiknya kepada mahasiswa baru.

“Kita dengan tangan terbuka menyambut mahasiswa baru dan kemudian kita menunjukkan wajah terbaik Universitas Brawijaya, sehingga mahasiswa baru punya ekspektasi untuk meningkatkan kapasitas tertinggi yang bisa mereka capai, baik dalam kegiatan akademik maupun dalam kegiatan kemahasiswaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana RAJA BRAWIJAYA 2026, Daffa Yasa Pratama, mengatakan terdapat sejumlah pembaruan dalam penyelenggaraan tahun ini.

Lima isu utama menjadi perhatian, yakni kesehatan mental dan anti kekerasan seksual, inklusivitas, perspektif global, kecerdasan artifisial (AI) dan digitalisasi, serta keberlanjutan.

“Tahun ini kita ingin RAJA BRAWIJAYA menjadi world class university orientation. UB merupakan world class campus, sehingga PKKMB-nya juga harus memiliki standar yang mendukung arah tersebut. Karena itu kita menonjolkan sisi internasionalisasi di RAJA BRAWIJAYA tahun ini,” jelasnya.

Nuansa global tersebut diperkuat dengan keterlibatan mahasiswa internasional dari berbagai negara dalam rangkaian kegiatan. Kehadiran mereka diharapkan memberikan pengalaman baru sekaligus membuka perspektif mahasiswa baru terhadap keberagaman budaya dan lingkungan akademik internasional.

Tak kalah menarik, teknologi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan RAJA BRAWIJAYA 2026. Panitia mengembangkan Integrated System Managerial RAJA BRAWIJAYA untuk mendukung pengelolaan kegiatan secara digital.

Mahasiswa baru juga dibekali aplikasi dengan berbagai fitur pendukung, termasuk Maps dan AI Assistant, sehingga akses informasi selama mengikuti rangkaian PKKMB menjadi lebih mudah dan cepat.

Perhatian terhadap kesehatan mental juga diperkuat. UB melakukan skrining kesehatan mental saat pengambilan jas almamater, menghadirkan kampanye digital, serta menyediakan konselor selama kegiatan berlangsung.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan preventif agar mahasiswa baru memiliki kesiapan yang lebih utuh sebelum benar-benar memasuki dinamika kehidupan perkuliahan.

RAJA BRAWIJAYA 2026 juga dikemas lebih interaktif. Unsur edukasi dipadukan dengan hiburan melalui berbagai program, salah satunya Candra Sena Ambassador yang menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk berperan sebagai agen kampanye positif sekaligus mendorong munculnya inspirasi dan prestasi.

Bagi panitia, RAJA BRAWIJAYA bukan sekadar kegiatan selama beberapa hari. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk menentukan perjalanan mereka selama berada di UB.

“RAJA BRAWIJAYA ini ibarat gerbang bagi mereka untuk memasuki dunia perkuliahan. Harapannya mahasiswa baru siap secara fisik, mental, dan kesehatan, punya milestone setelah RAJA BRAWIJAYA ini akan ke mana, serta punya planning ketika di kuliah mereka akan mengikuti apa saja dan akan bekerja di mana,” tutur Daffa.

Dengan menggabungkan inovasi, kreativitas, teknologi, inklusivitas dan wawasan global, RAJA BRAWIJAYA 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi Brawijaya yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif menghadapi perubahan zaman.

Dari gerbang RAJA BRAWIJAYA inilah, 17.300 mahasiswa baru UB memulai perjalanan panjangnya. Mereka dipersiapkan bukan hanya menjadi lulusan perguruan tinggi, tetapi juga generasi transformatif yang siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *