Langkah Kecil Berdampak Besar, Inovasi Mahasiswa FTAB UB Tingkatkan Produktivitas UMKM Ecoprint

MALANGPARIWARA.COM – Langkah Kecil Berdampak Besar, Inovasi Mahasiswa FTAB UB Tingkatkan Produktivitas UMKM Ecoprint

Keterbatasan kapasitas alat pengukus menjadi salah satu kendala produksi UMKM Chandini Collection, pengrajin kain ecoprint di Kelurahan Kesatrian, Kota Malang.

Melalui Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M), mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) menghadirkan mesin pengukus kain ecoprint portable sebagai teknologi tepat guna untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi.

Inovasi tersebut dikembangkan Kelompok 24 3M FTAB UB yang diketuai Taufik Fajar Pramudya. Selama dua minggu, mahasiswa berkolaborasi langsung dengan UMKM Chandini Collection, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan, merancang dan membuat mesin, hingga melakukan pengujian serta menerapkannya dalam proses produksi.

Program yang berlangsung di Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ini tidak hanya menjadi ruang penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan solusi terhadap persoalan produksi yang dihadapi mitra.

Kegiatan tersebut sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8, 9, dan 12, terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri-inovasi dan infrastruktur, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

UMKM Chandini Collection yang beralamat di Jalan Hamid Rusdi Gang Buntu No. 149 K, RT 01/RW 06, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, bergerak di bidang kerajinan kain ecoprint dengan memanfaatkan pewarna alami dari berbagai jenis daun. Produk yang dihasilkan antara lain kain ecoprint, kaos, tote bag, outer, dan scarf.

Sebelum inovasi diterapkan, proses pengukusan masih mengandalkan dandang konvensional berkapasitas terbatas.

Kondisi tersebut membuat pengukusan harus dilakukan berulang kali, distribusi panas kurang merata, dan waktu produksi menjadi lebih panjang. Dampaknya, konsistensi motif dan warna kain ecoprint belum selalu optimal.

Berangkat dari persoalan tersebut, Kelompok 24 3M FTAB UB merancang mesin pengukus kain ecoprint portable yang disesuaikan dengan kebutuhan produksi Chandini Collection.

Mesin berukuran 100 cm x 40 cm x 45 cm ini memiliki ruang pengukusan lebih besar sehingga mampu menampung lebih banyak kain dalam satu kali proses.

Untuk mendukung pengoperasian, mesin dilengkapi termometer guna memantau temperatur ruang pengukusan, roda kastor agar mudah dipindahkan, serta keran untuk membuang air sisa penguapan.

Batang besi pada bagian mesin juga berfungsi sebagai penggulung kain ecoprint sehingga proses penataan kain menjadi lebih praktis.

Penerapan mesin tersebut memberikan perubahan pada efisiensi waktu produksi. Jika sebelumnya proses pengukusan membutuhkan sekitar tiga jam, kini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua jam.

Kapasitas ruang yang lebih besar juga memungkinkan lebih banyak kain diproses dalam satu kali pengukusan.

Desain mesin yang mendukung distribusi panas lebih merata turut membantu proses pengukusan menjadi lebih terkendali.

Sementara roda kastor memberikan fleksibilitas bagi mitra untuk menyesuaikan posisi mesin dengan area kerja, dan keran memudahkan pengosongan air setelah proses produksi selesai.

Pemilik UMKM Chandini Collection, Sari Wulandari, menyambut positif inovasi tersebut.

Menurutnya, mesin pengukus portable membantu mempercepat proses produksi dibandingkan alat sebelumnya. Efisiensi waktu memungkinkan lebih banyak kain diproses dalam satu kali produksi sehingga pesanan pelanggan dapat dilayani dengan lebih optimal.

Sari juga mengapresiasi pendampingan mahasiswa selama program berlangsung, terutama dalam pengoperasian dan perawatan mesin.

Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan untuk membantu UMKM meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing produk ecoprint lokal.

Bagi Kelompok 24 3M FTAB UB, penerapan mesin pengukus ini menjadi contoh bahwa inovasi teknologi sederhana dapat memberikan dampak langsung terhadap kebutuhan pelaku UMKM.

Selain membantu mempercepat proses produksi, kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu secara nyata sekaligus berkolaborasi dengan masyarakat.( Djoko W)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *