Senator Cantik Lia Istifhama, Bukan Sekadar Penampilan, tapi Cerdas, Inovatif dan Kreatif

MALANGPARIWARA.COM – Julukan “Senator Cantik” yang melekat pada anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., ternyata memiliki makna lebih luas dari sekadar persoalan penampilan.

Bagi perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, kata “cantik” merupakan akronim dari Cerdas, Inovatif, dan Kreatif.

Konsep tersebut menjadi bagian dari pesan yang terus dibawa Lia dalam mendorong perempuan agar berani tampil, mengembangkan kapasitas diri, sekaligus mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan.

Sebagai figur perempuan yang aktif di ruang publik, Lia dinilai mampu memadukan kiprahnya sebagai senator dengan kepedulian terhadap berbagai persoalan masyarakat. Isu pendidikan, pemberdayaan perempuan, ekonomi, perlindungan masyarakat hingga persoalan sosial menjadi bagian dari perhatian yang kerap disuarakannya.

Pandangan tersebut disampaikan salah seorang pengurus Muslimat NU Cabang Bangil, H. Sulachah.

Perempuan yang pernah menjadi guru agama dan memimpin TP PKK di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pasuruan itu menilai konsep CANTIK yang dibawa Ning Lia memiliki pesan penting bagi perempuan.

“Menurut saya, CANTIK yang dibawa Ning Lia itu memiliki makna yang lebih luas. Perempuan tidak cukup hanya dilihat dari penampilan, tetapi bagaimana kecerdasannya, kreativitasnya dan kemampuannya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sulachah saat ditemui pada kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (25/8/2026).

Menurut Sulachah, semakin terbukanya ruang bagi perempuan harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas. Perempuan, kata dia, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi di bidang sosial, pendidikan, ekonomi maupun politik.

“Perempuan harus percaya diri dan berani berkontribusi. Ketika memiliki kecerdasan, inovasi dan kreativitas, perempuan bisa menjadi penggerak di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” katanya.

Meski telah memasuki usia hampir 80 tahun, Sulachah mengaku masih aktif memberikan ceramah dan terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi. Karena itu, ia berharap semangat pemberdayaan perempuan yang dibawa Ning Lia dapat menjadi inspirasi, terutama bagi generasi muda.

Pandangan serupa disampaikan Darwis, salah satu tenaga ahli Ning Lia. Menurutnya, tagline CANTIK tidak berhenti sebagai identitas personal, tetapi menggambarkan nilai yang ingin dibangun dalam perjuangan Lia sebagai senator.

“Tagline CANTIK itu bukan hanya bicara soal fisik, tapi lebih pada kualitas perempuan Indonesia yang harus cerdas, inovatif dan kreatif dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar Darwis.

Ia menyebut nilai tersebut tercermin dalam aktivitas Lia sebagai anggota DPD RI. Berbagai persoalan masyarakat, mulai dari keadilan daerah, pemberdayaan perempuan dan anak hingga kebijakan yang menyentuh kelompok masyarakat bawah, terus menjadi perhatian.

Salah satunya terkait perkembangan teknologi finansial dan maraknya pinjaman online. Lia mendorong pengawasan serta regulasi yang lebih kuat agar kemudahan akses pinjaman digital tidak berubah menjadi persoalan baru bagi masyarakat.

“Perjuangan Ning Lia adalah bagaimana kebijakan yang dibuat bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat. Karena itu, CANTIK bukan hanya slogan, tetapi bagaimana kecerdasan, inovasi dan kreativitas itu diwujudkan dalam tindakan,” jelas Darwis.

Bagi Lia, perempuan tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai pelengkap. Perempuan memiliki potensi untuk menjadi penggagas sekaligus bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Perempuan zaman sekarang harus memiliki daya saing. Kita ingin perempuan bukan hanya hadir sebagai simbol, tetapi benar-benar mampu memberikan gagasan dan solusi,” kata Lia.

Darwis menilai gaya komunikasi Lia yang terbuka dan relatif sejuk, namun tetap tegas dalam menyampaikan sikap, menjadi salah satu kekuatan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dari berbagai lapisan.

“Dari masyarakat bawah sampai kalangan akademisi, Ning Lia berusaha membangun komunikasi yang terbuka. Karena itu, menurut kami, sebutan Senator Cantik bukan sekadar julukan, tetapi sudah menjadi bagian dari personal branding yang memiliki substansi,” ujarnya.

Sulachah pun berharap semangat tersebut dapat terus berkembang di kalangan perempuan, termasuk kader dan anggota Muslimat NU. Menurutnya, perempuan yang memiliki kapasitas dan keberanian akan lebih siap menghadapi perubahan zaman.

“Yang terpenting adalah bagaimana perempuan bisa memberikan manfaat. Perempuan yang cerdas, inovatif dan kreatif tentu akan lebih mudah menghadapi perubahan zaman dan mampu membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat,” tuturnya.

Darwis menambahkan, nilai CANTIK diharapkan tidak hanya menjadi identitas Lia Istifhama, tetapi juga dapat menginspirasi gerakan perempuan di berbagai daerah.

“Ning Lia bukan hanya tampil cantik secara visual, tapi juga membawa pesan bahwa perempuan bisa berdaya, memimpin dan memberi solusi,” tegasnya.

Dengan demikian, predikat “Senator Cantik” yang disematkan kepada Lia Istifhama memiliki dimensi yang lebih luas. Kecantikan yang dimaksud bukan sekadar tampilan luar, melainkan kecerdasan dalam berpikir, keberanian berinovasi dan kreativitas dalam melahirkan gagasan.

Pesan tersebut menjadi bagian dari kiprah Ning Lia sebagai senator asal Jawa Timur, sekaligus upaya mendorong semakin banyak perempuan Indonesia untuk percaya diri mengambil peran dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *