FSTeM UB Perkuat Riset AI Bersama UPM Malaysia

MALANGPARIWARA.COM – Universitas Brawijaya (UB) terus mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi dengan memperluas kolaborasi riset dan pembelajaran berbasis teknologi kecerdasan buatan.

Melalui Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM), khususnya Departemen Matematika, UB menggandeng Universiti Putra Malaysia (UPM) untuk memperkuat pengembangan Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, dan Computational Intelligence.

Kolaborasi dengan salah satu perguruan tinggi mitra internasional UB tersebut tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan di ruang kuliah.

Kerja sama berkembang ke riset bersama, publikasi internasional, mobilitas mahasiswa hingga pendampingan penelitian lintas negara.

Peparan Dr. Ahmad Hakiim Bin Jamaluddin dari Faculty of Sciences UPM.(Ist)

Langkah awal kolaborasi diwujudkan melalui Visiting Lecturer Program (VLP) 2026 dengan menghadirkan Dr. Ahmad Hakiim Bin Jamaluddin dari Faculty of Sciences UPM.

Ia berkolaborasi dengan akademisi Departemen Matematika FSTeM UB, Syaiful Anam, S.Si., M.T., Ph.D.
Program tersebut dikemas melalui dua agenda utama, yakni Global Guest Lecture: Introduction to Machine Learning in Data-Driven Healthcare Systems dan International Guest Lecture: Advancing Sustainable Healthcare Through Computational Intelligence Methods.

Materi yang diberikan diarahkan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap perkembangan teknologi komputasi cerdas, mulai dari machine learning, deep learning, healthcare analytics hingga intelligent decision-making systems.

Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep AI, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk membaca data kesehatan dan mendukung proses pengambilan keputusan dalam sistem kesehatan.

Dari Ruang Kuliah Berlanjut ke Riset Internasional

Yang menarik, VLP 2026 menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih jauh.

Kolaborasi akademik UB dan UPM berkembang menjadi joint research dan joint publication yang melibatkan peneliti dari tiga perguruan tinggi.

Tim tersebut terdiri atas Syaiful Anam dari UB, Dr. Ahmad Hakiim Bin Jamaluddin dan Dr. Nur Ezlin Zamri dari UPM, serta Dr. Andrea Tri Rian Dani dari Universitas Mulawarman.

Sejumlah hasil riset kolaboratif bahkan telah dikirimkan ke jurnal internasional bereputasi.

Salah satunya untuk bidang Computational Intelligence telah disubmit ke Journal of Robotics and Control (JRC) yang terindeks Scopus Q2.

Artikel kolaboratif lainnya diarahkan ke jurnal internasional terindeks Scopus Q3.

Syaiful Anam menegaskan, program dosen tamu tersebut bukan sekadar agenda akademik sesaat. VLP menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem kerja sama internasional yang berkelanjutan.

Kolaborasi riset bersama UPM juga ditindaklanjuti melalui Program Penelitian Dasar Unggulan UB dan Penelitian Internal Skema B FSTeM.

Fokus penelitian diarahkan pada bidang yang semakin strategis, yakni Artificial Intelligence, Machine Learning, Computational Intelligence, Data Analytics hingga Intelligent Decision-Making Systems.

Internasionalisasi Menyasar Mahasiswa
Internasionalisasi FSTeM UB juga tidak berhenti pada aktivitas dosen dan peneliti.

Mahasiswa turut menjadi bagian penting dalam penguatan jejaring akademik global tersebut.

Melalui skema UB STARS, mahasiswa Program Studi Magister Matematika dan Doktor Matematika UB didorong mengikuti program student mobility.

Sementara melalui skema joint supervision, Program Studi Magister dan Doktor Matematika UB berkolaborasi dengan Bachelor of Statistics UPM.

Skema ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pendampingan penelitian dari dosen kedua institusi, sekaligus memperluas peluang pengembangan topik riset dan publikasi ilmiah bersama.

Kolaborasi UB-UPM tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup hanya diukur dari jumlah kerja sama. Ukurannya semakin bergeser pada luaran nyata berupa riset, publikasi, mobilitas mahasiswa dan pengembangan pengetahuan yang berdampak.

Di sisi lain, pengembangan AI dan computational intelligence untuk sektor kesehatan membuat kerja sama tersebut memiliki dimensi yang lebih luas.

Teknologi tidak sekadar ditempatkan sebagai inovasi akademik, tetapi diarahkan untuk menjawab kebutuhan pengolahan data dan pengambilan keputusan di sektor kesehatan.

Rangkaian program tersebut juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.

Melalui kemitraan berkelanjutan dengan UPM Malaysia, FSTeM UB menegaskan arah internasionalisasinya: membangun jejaring global yang tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghasilkan riset, publikasi, pengembangan talenta dan inovasi yang dapat memberi dampak lebih luas. (Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *