FSTeM UB Gandeng UiTM Malaysia, Riset Citra Medis Tembus Jurnal Internasional

MALANGPARIWARA.COM – Internasionalisasi di Fakultas Sains dan Teknologi Maju (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) tak berhenti pada pertukaran akademisi dan perkuliahan lintas negara.

Kolaborasi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, mulai diarahkan pada riset teknologi kesehatan yang menghasilkan luaran ilmiah untuk publikasi internasional.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Program Adjunct Professor bertajuk “Adjunct Professor in Image Processing and Computer Vision: Medical Imaging and Decision Support Systems.”

Program ini menghadirkan Dr. Zahari Md Rodzi, Senior Lecturer UiTM, untuk berkolaborasi dengan Syaiful Anam, S.Si., M.T., Ph.D., dosen Departemen Matematika FSTeM UB.

Fokus kerja sama tidak sekadar mempertemukan dua institusi pendidikan tinggi, tetapi menghubungkan pembelajaran, pengembangan metodologi penelitian, analisis data, penyusunan manuskrip hingga publikasi ilmiah.

Dari Ruang Kuliah ke Riset Citra Medis

Transfer pengetahuan lintas negara diawali melalui perkuliahan internasional yang digelar Departemen Matematika FSTeM UB secara daring pada 16 dan 17 Juni 2026.

Dr. Zahari memberikan materi mengenai Image Processing dan Computer Vision pada Citra Medis. Pertemuan pertama membahas konsep dasar pengolahan citra dan computer vision, khususnya penerapannya dalam analisis citra medis.

Pada pertemuan berikutnya, pembahasan bergerak lebih aplikatif melalui materi “Implementasi Image Processing dan Computer Vision pada Citra Medis.”

Mahasiswa tidak hanya memperoleh perspektif akademisi dari perguruan tinggi luar negeri, tetapi juga diperkenalkan pada perkembangan teknologi komputasi yang semakin banyak digunakan untuk mengolah dan menganalisis data medis.

Bagi FSTeM UB, pola tersebut menjadi bagian dari upaya membawa pengalaman akademik global langsung ke lingkungan pembelajaran. Namun, kolaborasi tidak berhenti setelah perkuliahan selesai.

Kolaborasi Berlanjut di Meja Penelitian

Hubungan akademik FSTeM UB dan UiTM kemudian berkembang melalui diskusi serta pendampingan penelitian yang berlangsung secara daring dan luring.

Pembahasan secara daring mencakup perkembangan riset, metodologi, analisis hasil, hingga penyusunan artikel ilmiah. Intensitas kolaborasi kemudian diperkuat melalui pertemuan langsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menguji kembali metodologi, mengevaluasi hasil penelitian, menyempurnakan manuskrip, sekaligus menyusun arah pengembangan riset bersama.

Penandatanganan Implemented Agreement kegiatan penelitian turut memperkuat landasan kolaborasi tersebut.

Artinya, skema Adjunct Professor di FSTeM UB berkembang dari model transfer pengetahuan menjadi kerja sama akademik yang memiliki kesinambungan.

Ada proses pembelajaran, penelitian, penyusunan karya ilmiah, hingga upaya membawa hasil penelitian ke forum publikasi internasional.

Riset Deteksi Lesi Payudara Jadi Luaran Utama

Salah satu hasil penting dari kolaborasi FSTeM UB dan UiTM adalah penelitian berjudul “A Hybrid SVNS–TOPSIS-Based Framework for Breast Lesion Detection and Malignancy Risk Ranking from Mammographic Images under Uncertainty.”

Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan kerangka hibrida SVNS–TOPSIS untuk mendukung deteksi lesi payudara dan pemeringkatan risiko keganasan dari citra mammografi dalam kondisi ketidakpastian.

Di sinilah kekuatan kolaborasi tersebut terlihat. Keilmuan matematika dan komputasi tidak berdiri sendiri, tetapi diarahkan untuk mengolah persoalan pada bidang kesehatan.

Pengolahan citra digunakan untuk memperoleh informasi dari citra mammografi, sementara pendekatan sistem pendukung keputusan dikembangkan untuk membantu proses pemeringkatan risiko.

Dengan pendekatan tersebut, riset tidak hanya berbicara mengenai kemampuan komputer mengenali pola pada gambar, tetapi juga bagaimana hasil pengolahan informasi dapat digunakan dalam kerangka pengambilan keputusan berbasis data.

Artikel hasil penelitian kolaboratif itu telah disubmit ke jurnal internasional Big Data and Computing Visions (BDCV). Berdasarkan laporan kemajuan program, jurnal tujuan tercatat terindeks Scopus Q2. Artikel selanjutnya menjalani proses editorial dan peer review sesuai ketentuan jurnal.

Internasionalisasi yang Menghasilkan Luaran

Bagi FSTeM UB, capaian tersebut memperlihatkan bahwa internasionalisasi dapat dibangun melalui aktivitas akademik yang menghasilkan luaran nyata.

Perkuliahan internasional membuka akses mahasiswa terhadap akademisi luar negeri.

Diskusi riset mempertemukan keahlian dan metodologi. Pertemuan luring memperkuat jejaring. Sedangkan manuskrip ilmiah menjadi salah satu bentuk luaran dari proses kolaborasi tersebut.

Model ini sekaligus memperkuat posisi Departemen Matematika FSTeM UB dalam mengembangkan ilmu matematika dan komputasi ke berbagai bidang terapan.

Pengembangan image processing, computer vision, dan medical imaging menjadi salah satu ruang yang mempertemukan fondasi matematika dengan perkembangan teknologi kesehatan.

Kolaborasi tersebut juga memiliki keterkaitan dengan SDG 3 melalui riset kesehatan, SDG 4 melalui pembelajaran berkualitas dan internasional, SDG 9 melalui inovasi sains dan teknologi, serta SDG 17 melalui penguatan kemitraan internasional.

Melalui Program Adjunct Professor bersama UiTM Malaysia, FSTeM UB menunjukkan bahwa agenda internasionalisasi tidak semata diukur dari jumlah kerja sama dengan perguruan tinggi asing.

Lebih jauh, internasionalisasi diarahkan untuk memperluas pengalaman mahasiswa, memperkuat kapasitas peneliti, menghasilkan karya ilmiah, dan membangun jejaring riset yang dapat terus berkembang.

Bagi FSTeM UB, kolaborasi global tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang mempertemukan pendidikan, matematika, komputasi, teknologi maju, dan riset terapan dalam satu jalur pengembangan yang berkelanjutan.(Djoko W)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *