FPK Jatim Minta Ruang Lebih, Ribuan Potensi Seni Budaya dan UMKM Siap Digerakkan

SURABAYA, MALANGPARIWARA.COM – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jawa Timur meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka ruang keterlibatan yang lebih luas bagi organisasi yang menaungi beragam suku dan etnis tersebut.

FPK menilai, potensi yang dimiliki anggotanya tak sebatas menjaga kerukunan, tetapi juga mencakup kekuatan seni budaya, ekonomi kreatif hingga UMKM lintas daerah.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Pleno Pengurus FPK Jatim yang digelar di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Selasa (22/9/2026).

Ketua FPK Jatim, R.H. Mohammad Ali Zaini, mengatakan FPK memiliki sumber daya sosial dan budaya yang dapat disinergikan dengan berbagai program pemerintah daerah.

Ia berharap Pemprov Jatim, termasuk Gubernur Jawa Timur, memberikan ruang lebih besar kepada FPK untuk terlibat dalam agenda pembangunan.

“Saya memohon perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Ibu Gubernur, untuk terus melibatkan FPK Provinsi Jawa Timur,” ujar Ali Zaini.

Menurut dia, kekuatan FPK berada pada keberagaman anggotanya yang berasal dari berbagai suku dan etnis. Keragaman tersebut, kata Ali, bukan sekadar identitas sosial, tetapi juga menyimpan potensi ekonomi dan kebudayaan yang dapat dikembangkan.

“FPK itu tempat berkumpulnya suku-suku dari Sabang sampai Merauke. Potensi kami luar biasa. Untuk seni budaya saja jumlahnya ribuan. Belum lagi ekonomi kreatif, banyak UMKM, kuliner-kuliner dari berbagai suku yang dimiliki anggota FPK Jatim,” jelasnya.

Karena itu, FPK Jatim membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah dalam berbagai kegiatan. Ali mencontohkan agenda promosi ekonomi dan pariwisata hingga program penguatan wawasan kebangsaan.

“Misalnya ada agenda Jatim Fair dari Dinas Pariwisata, kegiatan dari Dinas Koperasi dan UMKM, atau kegiatan wawasan kebangsaan seperti program Bela Negara yang pernah kita lakukan. FPK Jatim siap bersinergi karena kita memiliki semuanya,” tegasnya.

Rapat pleno tersebut sekaligus menjadi ruang konsolidasi internal pengurus untuk memperkuat koordinasi dan menyusun langkah organisasi ke depan.

FPK Jatim menempatkan pembauran kebangsaan sebagai pijakan untuk membangun kolaborasi yang lebih luas di bidang sosial, budaya dan ekonomi kerakyatan.

Ali menegaskan, keberagaman yang dihimpun FPK dapat menjadi modal sosial untuk memperkuat persatuan sekaligus membuka ruang pemberdayaan masyarakat berbasis potensi masing-masing komunitas.

Dengan konsolidasi yang terus diperkuat, FPK Jatim mendorong agar sinergi dengan Pemprov Jatim tidak berhenti pada isu kerukunan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi konkret yang menyentuh kebudayaan, UMKM, ekonomi kreatif dan penguatan wawasan kebangsaan.

Rapat pleno berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan ditutup dengan foto bersama jajaran pengurus.(Djoko W)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *