Pj Wali Kota Malang Takziah Ketua KPPS Polehan yang Meninggal Dunia usai Bekerja

Jum’at, 16 Februari 2024

Malangpariwara.com – Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turut menyampaikan rasa duka cita atas insiden meninggalnya salah satu ketua kelompok panitia pemungutan suara (KPPS). Yakni Ketua KPPS 20 Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Sigit Widodo.

Jumat (16/2/2024), Wahyu memimpin rombongan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang takziah ke rumah duka. Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengetahui bahwa yang bersangkutan meninggal dunia setelah melakukan tugasnya di TPS.

“Beliau meninggal setelah menjalankan tugasnya. Jadi setelah semua perhitungan terkirim kemudian beliau membantu membereskan TPS nya,” ujar Wahyu.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Malang juga sekaligus menyerahkan bantuan. Rencananya, ia juga masih akan berkoordinasi dengan Sekda Kota Malang untuk kemungkinan ada bantuan lain yang diberikan.

“Setelah ini juga nanti kita akan ngomong ke pak sekda kira kira ada bentuk yang lain yang ingin disampaikan, yang di update. Tapi ini kan jualan bakso, nanti kita akan komunikasikan dengan pak sekda dan teman-teman,” terang Wahyu.

Di sisi lain, saat pelaksanaan Pemilu pada Rabu (14/2/2024) kemarin, dirinya juga telah memastikan bahwa di setiap tempat pemungutan suara (TPS) telah disiagakan tenaga kesehatan (nakes). Hal itu juga terus ia koordinasikan bersama Ketua KPPS saat dikunjungi.

“Karena untuk pendampingan dan saya selalu cek ketua KPPS apakah sudah punya nomernya nakes, kemudian saya juga cek pada nakes apakah sudah punya nomernya ketua KPSS, semua sudah siap,” jelas Wahyu.

Tidak hanya nakes saja, Pemkot Malang juga telah menyiagakan ambulan, yang sewaktu-waktu dapat dihubungi jika ditemui keadaan darurat di TPS. Ia pun mengatakan peristiwa itu menjadi duka bagi seluruh masyarakat di tengah berlangsungnya pesta demokrasi.

“Dan kejadian memang kejadian ini setelah selesai. Ya mungkin kelelahan dll, tetapi ini bagian dari kita untuk memberikan bantuan pada almarhum,” jelas Wahyu.

Sementara itu, para petugas KPPS ini nantinya akan bertugas hingga 25 Februari 2024. Selama itu, pula mereka berada dalam kewenangan dan tanggung jawab Komisi Pemilihan Umum.

Sementara itu, Komisioner KPU Jatim, Rochani mengatakan, total di Jawa Timur ada sebanyak 8 orang penyelenggara pemilu yang meninggal dunia. Menurutnya, jumlah tersebut jauh jika dibandingkan dengan insiden serupa pada gelaran Pemilu tahun 2019.

“Jadi ada dari linmas, KPPS, bahkan saksi parpol dan pemilih juga ada yang meninggal di hari H pemungutan suara,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang ia sampaikan, pada gelaran Pemilu 2019 lalu ada sebanyak 87 anggota penyelenggara pemilu yang meninggal dunia. Dirinya pun berharap bahwa tidak ada lagi anggota penyelenggara pemilu yang meninggal pada Pemilu tahun 2024 ini.

“Kami sangat berharap agar tahun ini angka (KPPS) meninggal hanya berhenti di 8 ini saja. Tapi kami tetap melakukan pemantauan di Jawa Timur,” pungkas Rochani.( Djoko W)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *