Minggu, 7 Juli 2024
Malangpariwara.com – Program pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengadakan Pelatihan Hospitality English dan Educational Tourism Guna Mengembangkan Wisata Hijau di Desa Tulusbesar Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, pada Rabu, 26 Juni 2024 bertempat di Aula Kantor Desa Tulusbesar.
Ketua Tim Pelatihan PKM Polinema Noverita Wahyuningsih, S.Pd., M.Pd mengatakan bahwa
PKM ini merupakan salah satu kewajiban dosen untuk melakukan pengabdian kepada Masyarakat, sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi selain mengajar dan melakukan penelitian juga untuk menyalurkan bidang ilmu keahlian melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Untuk Mahasiswa, kegiatan ini dapat menjadi sarana praktik berkomunikasi dengan masyarakat, khususnya masyarakat, serta praktik public speaking atau berkomunikasi di depan umum dalam Bahasa Indonesia maupun bahasa inggris,” katanya.
Selain itu mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan teori pembelajaran English for Tourism Industry (Bahasa Inggris untuk Industri Pariwisata) yang dipelajari di kampus.
Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat dari Tim PKM Polinema. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan penggunaan Bahasa Inggris praktis untuk industri pariwisata di Desa Tulusbesar, khususnya untuk dapat memberikan layanan yang kind and helpful (ramah, hangat, dan berkualitas) bagi wisatawan terutama wisatawan asing.
Desa Tulusbesar dipilih karena selain sudah menjadi desa mitra Polinema, Desa Tulusbesar merupakan salah satu desa wisata Kabupaten Malang. Dalam kegiatan PKM ini juga sedikit dikenalkan dengan Edu Tourism atau wisata edukasi yang diharapkan akan menunjang program wisata budaya yang hijau atau ramah lingkungan.
Tim PKM pelatihan ini beranggotakan Ririn Pratiwi Suharto, S.S., M.Pd, Drs. Zubaidi, M.Pd, Tri Astuti Handayani, S.S., M.Hum, Dra. Nurdjizah, M.Pd, Putri Sekarsari, S.S., M.Li dibantu mahasiswa dari Jurusan Administrasi Niaga Violitaradika Putri, Nailatur Rohmah, Diah Utami Cahyaningputri Endang K, Veronica Septiana Hermawan, Aza Ardhelia Syafa Arum dan Andris Wiliana.
Noverita Wahyuningsih, S.Pd., M.Pd mengatakan sasaran awal kepada para pegiat wisata di Desa Tulusbesar, baik dari sektor akomodasi, transportasi, katering, sector publik, maupun retail berupa ekonomi kreatif.
Pada praktiknya akhirnya yang menjadi peserta pelatihan ini adalah 16 orang ibu-ibu PKK desa Tulusbesar (diketuai oleh Ibu Anis) yang terlibat dalam sektor ekonomi kreatif untuk penunjang wisata budaya di Tulusbesar, khususnya pegiat UMKM.
Pelatihan ini diadakan untuk mengenalkan bahasa inggris menjadi bahasa global yang penting untuk komunikasi internasional dan industri pariwisata, termasuk di Indonesia. Kemahiran dalam berbahasa inggris diyakini dapat membuka banyak peluang untuk kemajuan karis/profesi dan/atau untuk akses terhadap program pendidikan yang berkualitas.
“Selain itu bahasa inggris juga dipercaya dapat memungkinkan terwujudnya pertukaran dan pemahaman antar budaya, serta memperkaya pengalaman berwisata bagi wisatawan maupun bagi penduduk setempat. Industri pariwisata di Indonesia merupakan salah satu pendorong ekonomi yang signifikan, yang didukung oleh keindahan alam, warisan budaya yang kaya, serta adanya dukungan Pemerintah.” Ungkapnya.
Harapannya Pemerintah atau Perangkat Desa dapat mendukung praktik pelatihan Bahasa Inggris, dan wisata budaya yang ramah lingkungan, serta mempertimbangkan kemungkinan peluang wisata edukasi yang sesuai dengan potensi desa.
PKK Desa akan lebih memberikan kesempatan untuk penggunaan bahasa inggris dalam promosi kuliner dan wisata. Pegiat wisata lainnya tertarik untuk lebih mempraktikkan dan berlatih menggunakan bahasa inggris sebagai bentuk skill upgrading, khususnya Hospitality English. ( Djoko W)
Informasi Polinema (Klik disini) www.polinema.ac.id






