Malangpariwara.com – Suasana haru dan penuh semangat mewarnai Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang pada Kamis (23/4).
Di hadapan ribuan lulusan, kisah hidup Akhmad Sugiharto menjadi sorotan.

.(Ist)
Pria yang kini menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Demak itu membagikan perjalanan panjangnya dari keterbatasan hingga menembus puncak birokrasi.
Akhmad mengawali langkahnya sebagai mahasiswa Teknik Sipil UMM pada 1991 dengan kondisi ekonomi sederhana.
Merantau ke Malang dengan bekal minim, ia tak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif berorganisasi dan berusaha membaur dengan masyarakat sekitar.
Baginya, kampus bukan sekadar ruang belajar formal, melainkan tempat membentuk karakter dan daya juang.
Selepas lulus pada 1997, jalan hidupnya tidak langsung mulus. Berbagai lamaran kerja yang ia ajukan berujung penolakan.
Kondisi tersebut sempat membuatnya harus beralih profesi dengan berjualan hasil bumi untuk bertahan hidup.
Namun, kegigihan yang ia pegang teguh, ditopang doa dan nilai-nilai keluarga, akhirnya membuahkan hasil saat ia lolos seleksi CPNS pada 1998.
Perjalanan kariernya terus menanjak. Salah satu capaian pentingnya hadir pada 2010 ketika ia menggagas inovasi pembangunan jalan beton (rigid pavement) di Demak.
Inovasi ini terbukti lebih tahan lama dibandingkan jalan aspal konvensional, hingga akhirnya diadopsi oleh berbagai daerah di Jawa Tengah.
Di hadapan para wisudawan, Akhmad menekankan pentingnya ketahanan mental dan kemampuan beradaptasi.
Ia mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari jabatan, tetapi dari seberapa besar kontribusi yang diberikan kepada masyarakat.
“Lulusan harus siap menghadapi realitas yang tidak selalu mudah. Teruslah berinovasi, jaga integritas, dan berikan manfaat nyata bagi orang lain,” pesannya.
Semangat yang ditunjukkan Akhmad sejalan dengan arah pendidikan UMM yang terus berkembang.
Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Thohir Luth, menilai program Center of Excellence (CoE) menjadi bukti nyata kesiapan kampus dalam menghadapi tantangan global sekaligus membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis.
Sementara itu, Rektor UMM Nazaruddin Malik menegaskan bahwa lulusan UMM diharapkan menjadi generasi “Thrivers”—individu yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dalam berbagai situasi.
Ia juga mendorong lulusan untuk menjadi new collar workers yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menciptakan peluang kerja.
“Jadilah pembelajar sepanjang hayat yang berani melangkah dan berkontribusi. Bekali diri dengan mental tangguh, kemampuan kolaborasi, serta nilai spiritual yang kuat,” ujarnya.
Kisah Akhmad Sugiharto menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju sukses kerap berliku. Namun, dengan ketekunan, integritas, dan semangat pantang menyerah, setiap langkah kecil dapat membawa perubahan besar.( Djoko W )






