Malamgpariwara.com – Semangat pelaku UMKM untuk terus bertahan dan berkembang terlihat dalam gelaran Expo Produk UMKM dan Hasil Riset dalam rangka Dies Natalis ke-44 Politeknik Negeri Malang.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah usaha milik Heni DS Tulus, warga Tumpang, Kabupaten Malang, yang konsisten mengembangkan produk olahan herbal sejak tahun 2018.
Berawal dari usaha rumahan sederhana, Heni mencoba menghadirkan camilan sehat berbahan alami yang memanfaatkan potensi tanaman herbal dan hasil kebun sekitar.
Meski sempat terpukul pandemi Covid-19 hingga usahanya berhenti sementara, kini ia kembali bangkit bersama dukungan pembinaan dari Politeknik Negeri Malang.

Berbagai produk herbal dihasilkannya, mulai keripik daun luntas, keripik pepaya, keripik daun sirih, hingga keripik daun jambu. Sesekali ia juga memproduksi keripik berbahan daun kenikir dan kemangi, meski peminatnya masih belum sebanyak produk lain.
“Yang paling banyak diminati biasanya keripik luntas dan pepaya. Kalau kemangi atau kenikir masih belum terlalu banyak peminat,” ujar Heni saat ditemui di arena expo.
Tidak hanya menjual camilan herbal, Heni juga mengembangkan aneka produk kuliner lain seperti es lilin berbagai rasa, rujak gobet, hingga minuman berbahan sirsat, alpukat, kacang hijau, tape ketan hitam, dan melon.
Kreativitas itu dilakukan agar usahanya tetap berjalan dan mampu mengikuti selera pasar.
Untuk pemasaran, Heni menerapkan sistem konsinyasi dengan menitipkan produknya di sejumlah toko dan warung. Produk keripik buatannya mampu bertahan hingga dua bulan masa kedaluwarsa tanpa bahan pengawet berlebihan.
Namun di balik semangat tersebut, tantangan berat tetap dirasakan para pelaku UMKM. Kenaikan harga bahan baku menjadi keluhan utama yang membuat harga jual produk ikut meningkat.
“Harga bahan sekarang banyak naik, jadi harga jual juga ikut naik. Kadang pembeli mempertimbangkan harga,” katanya.
Dalam satu bulan, Heni mampu mengolah sekitar 15 kilogram produk keripik dengan harga jual sekitar Rp75 ribu per kilogram. Meski skalanya masih rumahan, usaha tersebut menjadi sumber penghasilan penting bagi keluarganya.
Menurut Heni, dukungan dari Politeknik Negeri Malang sangat membantu perkembangan usahanya. Selain mendapatkan bantuan alat dapur produksi, ia juga rutin mengikuti berbagai pelatihan pengolahan produk, pemasaran, hingga pengemasan.
Pendampingan seperti ini dinilai penting agar UMKM lokal mampu bertahan di tengah persaingan pasar dan perubahan kondisi ekonomi.
Expo Dies Natalis ke-44 Polinema pun menjadi ruang strategis bagi pelaku UMKM binaan untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang pasar baru.
Bagi masyarakat yang ingin memesan produk herbal dan olahan milik Heni DS Tulus, dapat menghubungi nomor 085749432804.(Djoko W)






