Lepas 1.000 Mahasiswa MMD 2026, UB Targetkan Hasilkan 100 Produk Teknologi Tepat Guna di 76 Desa

Malangpariwara.com – Universitas Brawijaya (UB) resmi melepas 1.000 mahasiswa peserta Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2026, Senin (6/7/2026).

Upacara pelepasan MMD Universitas Brawijaya.(Djoko W)

Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa akan diterjunkan ke 76 desa yang tersebar di delapan kabupaten di Jawa Timur untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat.

Sebanyak 1.000 mahasiswa yang berasal dari 15 fakultas tersebut akan didampingi 38 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Mereka akan menjalankan pengabdian di 32 kecamatan yang berada di Kabupaten Malang, Blitar, Kediri, Lamongan, Trenggalek, Ngawi, Bojonegoro, dan Banyuwangi, mulai 6 Juli hingga 6 Agustus 2026.

Rektor di dampingi warek dan direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UB.(Djoko W)

Rektor UB, Widodo, menegaskan bahwa pemberangkatan MMD bukan sekadar agenda akademik, melainkan awal kolaborasi nyata antara mahasiswa dan masyarakat desa untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lapangan.

“Keberangkatan mahasiswa hari ini membawa mandat besar Universitas Brawijaya, yaitu menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan semangat kolaborasi untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak datang dengan sikap menggurui, melainkan menjadi mitra masyarakat yang mau mendengar, belajar, serta menghargai kearifan lokal sehingga program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Mahasiswa juga diminta menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di desa.

Pada pelaksanaan MMD 2026, Universitas Brawijaya menargetkan lahirnya lebih dari 100 produk Teknologi Tepat Guna (TTG) yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.

Selain itu, program ini juga diharapkan menghasilkan sedikitnya 38 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional, serta lebih dari 500 publikasi di media massa sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat.

WR 5 serahkan Bantuan alat teknologi tepat guna.(Djoko W)

Sementara itu, Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UB, Lukman Hakim, menjelaskan pelaksanaan MMD tahun ini diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, baik dari lingkungan kampus, pemerintah, BUMN, maupun dunia usaha.

Mitra yang terlibat antara lain Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB), UB Forest, UB Press, BMU, Bank Jatim, Perpustakaan Nasional RI, PT Pertamina Patra Niaga, serta Kementerian PPN/Bappenas.

Foto bersama usai penyerahan secara simbolis bantuan untuk masyarakat yg menjadi lokus MMD .(Djoko W)

Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa akan memperoleh dukungan berupa 400 bibit tanaman dari UB Forest, 530 buku dari UB Press, 1.000 bibit tanaman, 20.000 bibit ikan, 76 paket Teknologi Tepat Guna (TTG), serta 1.000 bibit tanaman obat keluarga (TOGA).

Menurut Lukman, kerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI diwujudkan melalui program KKN Literasi di 33 lokasi yang tersebar di Kabupaten Malang, Blitar, Lamongan, dan Kediri.

Sementara sinergi dengan Kementerian PPN/Bappenas difokuskan pada program penanggulangan kemiskinan di delapan desa yang berada di Kabupaten Malang dan Ngawi.

Adapun kolaborasi dengan PT Pertamina Patra Niaga akan dilaksanakan di Desa Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, dan Desa Karangduren, Kabupaten Malang, dengan fokus pada pemberdayaan UMKM serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Pelepasan mahasiswa MMD di depan gedung Rektorat .(Djoko W)

Melalui program yang terintegrasi dengan target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, hingga ketahanan pangan,l.

Universitas Brawijaya berharap para mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga integritas, etika, dan keselamatan selama menjalankan pengabdian di desa.(Djoko W)