Reses Sri Untari Himpun Aspirasi Kopwan Malang Raya, Penguatan UKM hingga Digitalisasi Jadi Prioritas

MALANGPARIWARA.COM – Malangpariwara.com – Kegiatan reses Masa Sidang III Anggota DPRD Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menjadi ruang dialog bagi komunitas koperasi wanita (Kopwan) se-Malang Raya untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dalam pengembangan usaha.

Penguatan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga percepatan digitalisasi koperasi menjadi isu yang paling banyak mengemuka.

Reses tersebut dihadiri perwakilan Koperasi Setia Budi Wanita (SBW), Puswanjati, Askomara, Koperasi Sekunder Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur, serta tokoh-tokoh koperasi dari berbagai kecamatan di Kabupaten Malang.

Dalam dialog bersama para peserta, Sri Untari menegaskan bahwa koperasi wanita memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.

Karena itu, pembinaan terhadap UKM yang berada di bawah naungan koperasi harus dilakukan secara berkelanjutan.

Salah satu bentuk dukungan yang telah diwujudkan adalah menghadirkan pelatihan keterampilan melalui kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja menggunakan fasilitas Mobile Training Unit (MTU) yang dibiayai melalui anggaran Pokok-Pokok Pikiran (Pokir).

“Melalui Pokir, kami memfasilitasi pelatihan Disnaker dengan Mobile Training Unit yang dapat menjangkau berbagai wilayah di Kota maupun Kabupaten Malang. Antusiasme peserta sangat tinggi dan mereka berharap program seperti ini terus dilanjutkan,” ujar Sri Untari.

Menurutnya, pelatihan tersebut bukan sekadar memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang lahirnya usaha-usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain pelatihan, para peserta reses juga menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi koperasi dan UKM di tengah perubahan teknologi. Mereka menginginkan pendampingan dalam pemanfaatan sistem digital, penyusunan laporan keuangan yang lebih efisien, strategi pemasaran berbasis teknologi, hingga akses permodalan yang lebih luas.

Aspirasi lain yang mengemuka adalah perlunya wadah bersama untuk memasarkan produk-produk hasil pelatihan agar mampu menjangkau pasar yang lebih besar.

Tak hanya bidang ekonomi, forum reses juga dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan persoalan sosial.

Sejumlah peserta menyoroti pentingnya perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya generasi muda yang bekerja di luar negeri.

Sri Untari mengatakan, masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan perlindungan hukum, pendampingan, serta jaminan keselamatan yang lebih kuat bagi para PMI agar mereka dapat bekerja dengan rasa aman.

Di sektor pendidikan, para orang tua juga mengusulkan agar pemerintah memperluas sosialisasi mengenai jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri, seperti SNBP dan SNBT.

Minimnya informasi dinilai masih menjadi kendala bagi banyak siswa dan orang tua dalam mempersiapkan proses pendaftaran.

Menutup kegiatan reses, Sri Untari menegaskan seluruh masukan yang diterima akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Jawa Timur.

Ia berkomitmen mengawal aspirasi tersebut agar dapat ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah maupun instansi terkait.

“Seluruh aspirasi masyarakat akan kami bawa ke tingkat provinsi. Harapannya, setiap masukan dapat diterjemahkan menjadi program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya bagi koperasi wanita dan pelaku UKM di Malang Raya,” pungkasnya.(Djoko W)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan