MALANGPARIWARA.COM – Komitmen memperkuat literasi keuangan syariah sekaligus mendorong pengembangan potensi generasi muda kembali ditegaskan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang melalui rangkaian kegiatan hari ketiga Sapta Rona Pesona (SRP) 2026, Sabtu (1/8/2026), di Malang Town Square (Matos).
Mengusung tema “Satu Pesona Tujuh Daerah: Menguatkan UMKM, Pariwisata melalui Digitalisasi, Keuangan Inklusif dan Syariah”, agenda tahunan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga menghadirkan edukasi yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Memasuki hari ketiga penyelenggaraan, KPw BI Malang memusatkan perhatian pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah melalui Semi Final Lomba Dai Cilik dan Dai & Daiyah, serta pengembangan kreativitas generasi muda melalui kompetisi Bankers Idol.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan Sapta Rona Pesona merupakan ruang kolaborasi yang dirancang tidak sekadar sebagai pameran, tetapi juga sebagai media edukasi dan pembinaan sumber daya manusia.
“Sapta Rona Pesona bukan hanya ajang pameran, tetapi juga ruang edukasi dan apresiasi. Melalui Lomba Dai dan Bankers Idol, kami ingin menanamkan nilai-nilai literasi keuangan syariah sejak dini sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat mereka dalam kerangka pengembangan ekonomi daerah,” ujar Indra.
Menurutnya, penguatan literasi keuangan syariah menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang semakin memahami sistem keuangan yang adil, transparan, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pengembangan kreativitas generasi muda juga menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Literasi Syariah Melalui Lomba Dai
Sejak pagi hingga siang, Grand Hall Main Stage Matos dipenuhi peserta yang mengikuti Semi Final Lomba Dai Cilik dan Dai & Daiyah.

Kompetisi tersebut menjadi sarana menyampaikan dakwah yang tidak hanya berisi pesan moral dan keagamaan, tetapi juga mengangkat materi mengenai ekonomi syariah, keuangan inklusif, hingga pentingnya pemberdayaan UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kategori Dai Cilik diikuti anak-anak dan remaja sebagai upaya mengenalkan konsep literasi keuangan syariah sejak usia dini.
Sementara kategori Dai dan Daiyah diikuti peserta dewasa yang membawakan materi terkait prinsip-prinsip ekonomi syariah serta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kemampuan berbicara di depan publik, peserta juga dinilai berdasarkan kualitas materi, ketepatan penyampaian, serta relevansi pesan dengan kondisi perekonomian saat ini.
Melalui kompetisi ini, BI Malang berharap literasi ekonomi syariah dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui sinergi bersama pondok pesantren, sekolah, dan berbagai komunitas di tujuh wilayah kerja KPw BI Malang.
Bankers Idol Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda
Memasuki siang hingga sore hari, panggung utama Sapta Rona Pesona beralih menjadi arena kompetisi Bankers Idol.
Ajang ini menghadirkan peserta dari kalangan insan perbankan maupun masyarakat umum yang menampilkan kemampuan vokal mereka di hadapan dewan juri.
Yang menarik, penyanyi nasional Brisia Jodie hadir sebagai juri tamu. Kehadirannya memberikan warna tersendiri sekaligus memotivasi peserta untuk tampil maksimal.
Brisia Jodie mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang mampu memadukan edukasi keuangan dengan pengembangan seni dan kreativitas.
“Kompetisi seperti Bankers Idol sangat penting untuk memberikan ruang ekspresi. Di balik dunia perbankan yang serius, ada generasi muda yang kreatif dan berbakat. Saya senang bisa menjadi bagian dari apresiasi ini,” ungkapnya.
Melalui kompetisi tersebut, BI Malang ingin membangun kedekatan dunia perbankan dengan generasi muda melalui pendekatan yang lebih kreatif, sehingga literasi keuangan dapat diterima dengan lebih menarik.
Puncak Apresiasi di Malam Hari
Rangkaian hari ketiga ditutup dengan babak final Bankers Idol sekaligus pengumuman para pemenang pada Sabtu malam.
Para finalis menampilkan performa terbaik mereka di hadapan dewan juri dan ratusan pengunjung yang memadati Grand Hall Main Stage Malang Town Square.
Pemberian penghargaan kepada para juara menjadi bentuk apresiasi Bank Indonesia terhadap talenta-talenta muda sekaligus dukungan bagi lahirnya generasi kreatif yang mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Sapta Rona Pesona 2026 kembali menegaskan komitmen Bank Indonesia Malang dalam memperkuat literasi keuangan syariah, memperluas keuangan inklusif, serta membangun ekosistem ekonomi yang semakin tangguh dan berdaya saing di tujuh daerah wilayah kerjanya.
Rangkaian Sapta Rona Pesona 2026 masih akan berlanjut hingga Minggu (2/8/2026) dengan berbagai agenda, di antaranya Lomba Menggambar, Final SATRIA (Olimpiade Ekonomi Syariah), Talkshow Coffee Hulu ke Hilir, serta Closing Ceremony yang menjadi penutup gelaran tahun ini.(Djoko W)






