Kolaborasi Polinema dan Polije Tingkatkan Pengelolaan Sampah Organik Garda Pangan Lewat Teknologi dan Digitalisasi

MALANGPARIWARA.COM – Persoalan pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak komunitas, terutama dalam meningkatkan efisiensi proses pengolahan dan tata kelola administrasi.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Jember (Polije) menghadirkan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Berbasis Masyarakat bersama Garda Pangan.

Program ini tidak sekadar menyerahkan bantuan peralatan, tetapi juga menghadirkan solusi menyeluruh melalui penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi administrasi guna memperkuat kapasitas mitra dalam mengelola sampah organik secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Sebelum pelaksanaan program, tim melakukan observasi lapangan untuk memetakan persoalan yang dihadapi Garda Pangan.

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa proses pengolahan sampah organik selama ini belum berjalan optimal karena belum tersedianya mesin pencacah.

Kondisi tersebut menyebabkan ukuran sampah yang masih besar membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai. Dampaknya, proses dekomposisi berjalan lambat sehingga kapasitas pengolahan menjadi kurang maksimal.

Di sisi lain, sistem administrasi juga masih dilakukan secara manual, mulai dari pencatatan pengambilan sampah hingga penyusunan laporan, yang dinilai memakan waktu dan berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan.

Berangkat dari temuan tersebut, tim PKM menghadirkan mesin pencacah sampah organik beserta blower sebagai sarana pendukung proses pengolahan.

Kehadiran alat ini diharapkan mampu mempercepat proses pencacahan sehingga ukuran sampah menjadi lebih kecil dan proses penguraian berlangsung lebih cepat. Namun, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada penyediaan teknologi.

Karena itu, tim juga memberikan pelatihan intensif kepada mitra mengenai cara pengoperasian, perawatan, hingga pemanfaatan alat secara mandiri. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memastikan teknologi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Selain memperkuat aspek pengolahan, tim pengabdian juga mengembangkan sistem administrasi berbasis website untuk mendukung pengelolaan data pengambilan sampah.

Sistem digital ini memungkinkan seluruh proses pencatatan dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi dengan baik.

Melalui pelatihan penggunaan aplikasi tersebut, pengurus Garda Pangan kini memiliki sistem yang mampu menyajikan data secara lebih rapi, mudah diakses, serta mempermudah proses pelaporan.

Transformasi digital ini sekaligus menjadi langkah penting dalam meningkatkan akuntabilitas dan profesionalisme pengelolaan organisasi.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari koordinasi bersama mitra, pelatihan penggunaan teknologi, pendampingan implementasi sistem digital, hingga evaluasi terhadap hasil penerapan di lapangan.

Pendekatan tersebut dirancang agar transfer pengetahuan tidak berhenti pada pemberian bantuan, melainkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola program.

Kolaborasi antara Polinema dan Polije ini diharapkan menjadi contoh sinergi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat.

Penerapan teknologi tepat guna dipandang tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah organik, tetapi juga mendukung terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

Program ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Berbasis Masyarakat yang didukung oleh Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Dukungan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong perguruan tinggi agar terus menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.(Djoko W)

http://Polinema.ac.id