Ribuan Mahasiswa Pascasarjana UB Dipacu Jadi Elite Intelektual dan Agen Perubahan

MALANGPARIWARA.COM – Universitas Brawijaya (UB) secara resmi menyambut mahasiswa baru program Pascasarjana jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) melalui Upacara Orientasi Pendidikan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi UB untuk menegaskan peran pendidikan pascasarjana dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.

Para mahasiswa baru datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang yang beragam. Mereka tidak hanya berasal dari kalangan fresh graduate, tetapi juga praktisi profesional, pejabat pemerintahan, hingga perwira tinggi TNI dan Polri.

Simbolis Rektor UB menyerahkan sekaligus menyematkan Almamater kepada MaBa.(Djoko W)

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., mengatakan mahasiswa yang menempuh pendidikan pascasarjana merupakan bagian dari kelompok masyarakat yang relatif kecil.

Menurutnya, proporsi masyarakat Indonesia yang memiliki kesempatan menempuh pendidikan hingga jenjang S2 dan S3 masih berada di bawah 0,5 persen.

Karena itu, lanjut Prof. Widodo, status sebagai bagian dari kelompok terdidik tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab yang besar.

“Mahasiswa Pascasarjana tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan studi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan gagasan substantif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Widodo.

Ia menekankan, pendidikan pascasarjana harus mampu melahirkan insan akademik yang tidak berhenti pada penguasaan teori.

Penelitian dan pengembangan ilmu selama menempuh studi diharapkan dapat menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari bidang sosial, ekonomi, hingga teknologi.

Menurutnya, keberagaman latar belakang mahasiswa justru menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun ekosistem akademik.

Interaksi antara akademisi, profesional, birokrat, maupun unsur TNI dan Polri dapat membuka ruang kolaborasi lintas disiplin yang lebih luas.

“Keberagaman ini menjadi modal untuk membangun kolaborasi. Pengalaman yang dibawa masing-masing mahasiswa dapat memperkaya proses akademik dan melahirkan penelitian yang memiliki dampak lebih luas,” katanya.

Foto bareng UB melesat.(Djoko W)

Data yang dihimpun menunjukkan, jumlah mahasiswa Pascasarjana UB pada tahun akademik 2025/2026 hingga 2026/2027 mencapai 2.195 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 1.446 mahasiswa Magister (S2) dan 749 mahasiswa Doktor (S3).

Dari total tersebut, sebanyak 582 mahasiswa tercatat pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026, sedangkan 1.613 mahasiswa merupakan mahasiswa semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027.

Pada jenjang Magister, terdapat 365 mahasiswa pada semester genap 2025/2026 dan 1.081 mahasiswa pada semester ganjil 2026/2027. Sementara pada jenjang Doktor, tercatat 217 mahasiswa pada semester genap dan 532 mahasiswa pada semester ganjil.

Jika dilihat berdasarkan unit akademik, Sekolah Pascasarjana menjadi salah satu penyumbang mahasiswa terbesar dengan total 512 mahasiswa, terdiri atas 218 mahasiswa S2 dan 294 mahasiswa S3. Selanjutnya, Fakultas Teknik memiliki 265 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 223 mahasiswa, serta Fakultas Hukum sebanyak 204 mahasiswa.

Sementara itu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik memiliki 144 mahasiswa, Fakultas Ilmu Administrasi 139 mahasiswa, Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan 125 mahasiswa, serta Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika sebanyak 116 mahasiswa.

Besarnya jumlah mahasiswa tersebut sekaligus menunjukkan tingginya minat terhadap pendidikan lanjutan di UB. Sebaran mahasiswa pada berbagai bidang keilmuan juga memperlihatkan luasnya peran pendidikan pascasarjana dalam memperkuat kompetensi akademik sekaligus profesional.

UB pun berkomitmen menyediakan lingkungan akademik yang kondusif agar mahasiswa Pascasarjana dapat mengembangkan potensi secara optimal.

Dengan mempertemukan mahasiswa dari beragam latar belakang, kampus berharap lahir kolaborasi riset yang kuat, karya ilmiah bereputasi, serta inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, pendidikan Pascasarjana UB tidak sekadar diarahkan untuk menghasilkan gelar akademik, tetapi juga membentuk kelompok intelektual yang mampu membawa perubahan melalui ilmu pengetahuan dan karya nyata, baik untuk pembangunan nasional maupun dalam persaingan akademik di tingkat internasional.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *