PAN Malang Raya Panaskan Mesin Politik, Panggung Religi Digelar Meriah di Kepanjen

MALANGPARIWARA.COM – Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia dan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Malang Raya dikemas berbeda. Mengusung konsep “Panggung Religi”, PAN menyiapkan rangkaian kegiatan yang memadukan olahraga, musik, hiburan, lomba hingga interaksi langsung dengan masyarakat.

 

Jajaran Fraksi PAN berdialog dengan masyarakat.(Djoko W)

Kegiatan yang berlangsung di Kanjuruhan, Malang, Sabtu (29/8/2026) itu diawali sejak pagi dengan kedatangan peserta dan senam massal.

Suasana dipanaskan melalui sapaan pembawa acara, musik bernuansa nasional serta berbagai aktivitas untuk membangun energi massa.

Setelah senam, rangkaian acara dilanjutkan dengan tari kolosal bertema kemerdekaan dan kebersamaan. Pertunjukan tersebut menjadi pembuka menuju panggung musik yang menghadirkan sejumlah penampil untuk menghibur peserta.

Tidak sekadar hiburan, PAN juga memasukkan sejumlah agenda politik dan konsolidasi partai dalam rangkaian acara. Salah satunya eksibisi tarik tambang yang melibatkan Ketua Fraksi dan Ketua DPW serta DPD/DPD PAN, sekaligus menjadi penanda dimulainya berbagai lomba.

Kemeriahan berlanjut melalui PAN Sprint, PANco, hingga Tangkap Belut yang dikemas sebagai lomba interaktif dan melibatkan masyarakat. Konsep tersebut membuat panggung tidak hanya menjadi pusat pertunjukan, tetapi juga ruang interaksi antara kader, tokoh partai dan warga.

Momentum penting lainnya adalah sesi PANjat Pinang yang menjadi salah satu agenda puncak. Setelah lomba, panggung dilanjutkan dengan penampilan musik dan pengumuman pemenang serta pembagian hadiah dan doorprize.

Ketum PAN Dijadwalkan Hadir

Rangkaian acara semakin mendapat perhatian dengan kedatangan Ketua Umum PAN yang dijadwalkan hadir sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam rundown, kedatangan Ketum PAN akan disambut secara khusus dengan iring-iringan sekitar 150 orang yang mengenakan atribut serta penampilan tertentu.

Setibanya di lokasi, Ketum PAN juga dijadwalkan melakukan interaksi langsung dengan masyarakat. Agenda tersebut menjadi kesempatan untuk mendengar aspirasi, keluhan maupun berbagai persoalan yang disampaikan warga kepada PAN.

Kehadiran pimpinan partai di tengah masyarakat sekaligus mempertegas pesan bahwa peringatan HUT PAN tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi diarahkan menjadi ruang konsolidasi dan mendengar suara masyarakat.

Dengan konsep yang memadukan hiburan, olahraga, kompetisi dan dialog, Panggung Religi HUT RI ke-81 dan HUT PAN ke-28 tersebut menjadi bagian dari upaya PAN membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menggerakkan mesin partai menghadapi agenda politik mendatang.

Bagi PAN Malang Raya, panggung ini bukan sekadar pesta ulang tahun. Ini menjadi panggung untuk menyapa rakyat, merawat basis massa dan menunjukkan bahwa mesin partai mulai kembali dipanaskan.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *