YOGYAKARTA, MALANGPARIWARA.COM – Mahasiswa Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) menunjukkan bahwa riset dan inovasi mahasiswa bukan sekadar aktivitas akademik di ruang kelas. Di ajang National Empowerment Innovation Research and Art (NEIRA) 3, mereka justru tampil dominan dan keluar sebagai Juara Umum.
Prestasi itu diraih melalui Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM) PRISMA (Pusat Riset dan Kajian Ilmiah Mahasiswa) FBiPK UB dalam kompetisi nasional yang berlangsung di Yogyakarta, 29–30 Agustus 2026.
Gelar Juara Umum tersebut tidak datang dari satu karya. Delegasi FBiPK UB memborong penghargaan dari berbagai kategori, mulai dari Gold/Champion melalui Juara 1, Silver Medal hingga Bronze Medal.
Capaian itu sekaligus menjadi gambaran kuatnya tradisi riset yang mulai dibangun mahasiswa FBiPK UB. Mereka tidak hanya dituntut mampu menghasilkan gagasan, tetapi juga mengolahnya menjadi karya yang memiliki nilai inovasi dan manfaat.
Salah satu tim yang mencatatkan prestasi adalah Gleamtanael Christalenta Sase, Revand Chris Zomen Simanjuntak, Anjar Eka Widjayani, Siti Nizaskia Rahadatul Aisyi, dan Nofan Dwi Alan Syah. Tim tersebut berhasil meraih Juara 1 sekaligus Bronze Medal.
Sementara raihan Silver Medal datang dari beberapa tim. Tim pertama diperkuat Chelya Elvi Rahma Fatimah, Nadya Nur Afifah, Bayu Izma Saputra, Daifa Karina Nuralamsyah, dan Sasta Asri Petri.
Silver Medal berikutnya diraih Metha Dwi Nurhayati, Muhammad Sulton Aulia, Salsabilla Ayu Maulidya, Mukhlisah Izzati, dan Angga Adi Wijaya.
Tim lainnya yang juga meraih Silver Medal terdiri atas Manggar Soroiyawa Laia, Novita Joy Tarigan, Hanif Fathurrohmat, dan Faidia Khafidhotun Nisa.
Tidak berhenti di sana, sejumlah tim lainnya turut menyumbangkan Bronze Medal. Mereka yakni Icha Julinda Pelangi Putri, Elsa Yunna Salsabila, Oca Riska Audilia Putri, dan Chandafya Aghatis D.
Kemudian Oca Riska Audilia Putri, Elsa Yunna Salsabila, Ley Dinina Aziz, Dela Krista, dan Faidia Khafidhotun Nisa.
Bronze Medal juga diraih Metha Dwi Nurhayati, Muhammad Sulton Aulia, Salsabilla Ayu Maulidya, Mukhlisah Izzati, dan Egi Permana Putra.
Berikutnya, Sulistiyaningsih, Angga Yola Tri Suci Anggraeny, Elvina Rahma Heri S., Nayla Cantika Putri, dan Ayudhia Azzahra.
Tim lainnya diperkuat Manggar Soroiyawa Laia, Novita Joy Tarigan, Hanif Fathurrohmat, dan Faidia Khafidhotun Nisa.
Sementara satu tim lainnya terdiri atas Chelya Elvi Rahma Fatimah, Ruben Starr Immanuel, Dania Salma Zhafira, Angga Yola Tri Suci Anggraeny, dan Muhammad Irsyad Al Fatih.
Ketua LKM PRISMA FBiPK UB, Chelya Elvi Rahma Fatimah, menilai kemenangan tersebut merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari menyusun gagasan, melakukan riset, hingga mengembangkan karya yang memiliki nilai kebermanfaatan.
Menurutnya, capaian di NEIRA 3 membuktikan mahasiswa FBiPK UB memiliki potensi besar untuk berkembang melalui riset dan inovasi.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FBiPK memiliki potensi besar dalam bidang riset dan inovasi. Melalui PRISMA, kami terus mendorong mahasiswa untuk berani menuangkan ide, melakukan kajian ilmiah, dan menghadirkan solusi yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Bagi para mahasiswa, sederet medali yang dibawa pulang bukan sekadar angka dalam daftar prestasi. Kompetisi tersebut menjadi ruang untuk menguji sejauh mana sebuah gagasan mampu dipertanggungjawabkan melalui proses ilmiah sekaligus diterjemahkan menjadi inovasi.
“Penghargaan ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagaimana sebuah ide dikembangkan melalui riset, kerja sama tim, dan keberanian untuk berinovasi,” kata Chelya.
Gelar Juara Umum NEIRA 3 pun menjadi sinyal bahwa budaya riset mahasiswa FBiPK UB tidak berhenti pada kegiatan akademik internal. Karya mereka mulai diuji di ruang kompetisi nasional dan berhadapan dengan gagasan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat upaya FBiPK UB mendorong ekosistem akademik yang bertumpu pada riset, inovasi, kolaborasi, dan kebermanfaatan.
Di saat yang sama, prestasi itu diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi, melalui penguatan kapasitas mahasiswa dalam riset dan inovasi.(Djoko W)






