Empat Penghargaan Dibawa Pulang dari Italia, Salma Siswi MAN 2 Kota Malang Buktikan Pelajar Jatim Bisa Mendunia

MALANGPARIWARA.COM, MALANG – Bukan sekadar pulang membawa medali, Salma Rofidatul Hasanah, siswi kelas XII G MAN 2 Kota Malang, pulang dari Turin, Italia, dengan empat penghargaan sekaligus. Prestasi di ajang 19th International Earth Science Olympiad (IESO) 2026 itu menjadi bukti bahwa pelajar madrasah asal Jawa Timur mampu bersaing di panggung sains internasional.

Capaian Salma mendapat apresiasi dari Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, Kamis (3/9/2026).

Sri Untari menilai prestasi tersebut bukan hanya membanggakan Salma dan keluarganya, tetapi juga mengangkat nama MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur hingga Indonesia di kancah dunia.

Kebanggaan itu disampaikan Sri Untari setelah sebelumnya bertemu langsung dengan Salma di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, pada Senin (31/8/2026).

Saat itu, Sri Untari bersalaman dan menyapa Salma bersama civitas akademika MAN 2 Kota Malang setelah kepulangannya dari Italia.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi prestasi Salma. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga membawa nama baik MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur, bahkan Indonesia di tingkat internasional,” ujar Sri Untari.

Menurutnya, keberhasilan Salma menunjukkan bahwa potensi pelajar Jawa Timur sangat besar. Dengan pembinaan yang tepat dan kesempatan berkompetisi, siswa dari daerah mampu berdiri sejajar dengan pelajar dari berbagai negara.

Sri Untari juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala MAN 2 Kota Malang, H. Samsuddin, beserta para guru dan pembina.

Baginya, prestasi internasional tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan sekolah, guru, siswa dan orang tua.

“Saya juga memberikan apresiasi khusus kepada Pak H. Samsuddin sebagai Kepala MAN 2 Kota Malang. Prestasi seperti ini tidak lahir begitu saja. Ada pembinaan, ada guru-guru yang luar biasa, dan ada kepala madrasah yang memberikan ruang serta dukungan kepada anak-anak untuk berkembang,” katanya.

Empat Penghargaan dari Turin

Di ajang 19th International Earth Science Olympiad (IESO) 2026 yang berlangsung di Turin, Italia, pada 20–27 Agustus 2026, Salma berhasil menunjukkan kemampuannya dalam berbagai kategori kompetisi.

Tidak tanggung-tanggung, empat penghargaan berhasil dibawa pulang, yakni Second Prize YoRI Award, Bronze Medal Earth System Project (ESP), Silver Medal International Team Field Investigation (ITFI), serta Bronze Medal Individual Test.

Kompetisi yang diselenggarakan International Geoscience Education Organization tersebut diikuti peserta dari berbagai negara.

Untuk mencapai panggung internasional, Salma harus melewati proses seleksi dan pembinaan secara berjenjang hingga akhirnya terpilih sebagai delegasi Indonesia.

Empat penghargaan tersebut sekaligus menjadi gambaran konsistensi Salma dalam mengembangkan kemampuan di bidang ilmu kebumian dan sains.

Bagi MAN 2 Kota Malang, capaian itu juga menjadi bukti bahwa pembinaan siswa tidak berhenti pada prestasi tingkat daerah maupun nasional.

Talenta siswa terus diarahkan agar mampu menembus kompetisi dengan level yang lebih tinggi.

Sri Untari Dorong Pembinaan Talenta

Sri Untari berharap keberhasilan Salma tidak berhenti sebagai sebuah prestasi individual. Ia ingin capaian tersebut menjadi inspirasi bagi pelajar lain di Jawa Timur untuk berani bermimpi lebih tinggi dan mengembangkan kemampuan di bidang yang mereka tekuni.

Sekolah dan madrasah, menurutnya, memiliki peran penting dalam menciptakan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, termasuk melalui pembinaan sains dan kompetisi internasional.

“Harapannya tentu prestasi Salma ini bisa menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya di Jawa Timur. Kita harus terus memberikan ruang dan dukungan kepada anak-anak yang memiliki potensi agar mereka bisa berkembang dan berprestasi,” ujarnya.

MAN 2 Kota Malang Perkuat Pembinaan

Kepala MAN 2 Kota Malang, H. Samsuddin, menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih Salma. Ia menyebut empat penghargaan tersebut menjadi kebanggaan tidak hanya bagi Salma dan keluarga, tetapi juga seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Malang.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Salma bisa meraih empat penghargaan sekaligus dalam ajang internasional. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MAN 2 Kota Malang dan juga bagi Jawa Timur,” ujar Samsuddin.

Ia mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Dukungan guru dan pembina, kerja keras Salma serta dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju kompetisi internasional tersebut.

Samsuddin juga mengapresiasi perhatian Sri Untari yang turut memberikan dukungan atas capaian anak didiknya.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan apresiasi Ibu Sri Untari. Dukungan seperti ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan dan memberikan kesempatan kepada siswa agar bisa berprestasi lebih tinggi,” katanya.

Prestasi Salma di Turin kini menjadi salah satu catatan membanggakan MAN 2 Kota Malang. Empat penghargaan dari panggung IESO 2026 bukan hanya deretan medali, tetapi juga pesan bahwa pelajar madrasah Jawa Timur memiliki kapasitas untuk berbicara dan berprestasi di tingkat dunia.(Djoko W)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *