MALANGPARIWARA.COM – Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) memperkuat kinerja petugas lapangan untuk mengejar target usaha sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan anggota.
Penguatan tersebut dilakukan melalui Rapat Pembekalan Petugas Pendamping Lapangan (PPL) yang dipimpin Ketua Umum Koperasi SBW, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP.
Rapat yang diikuti tujuh pengurus, tiga pengawas, dan 17 PPL itu membahas evaluasi kinerja caturwulan kedua 2026, persiapan turun kelompok, mitigasi risiko, hingga penyusunan rencana kerja tahun depan.
Sri Untari menyebut capaian kinerja koperasi hingga caturwulan kedua telah mencapai 96 persen. Namun, unit retail masih perlu didorong. Dari target 810 toko, baru terealisasi 377 toko. Kekurangan tersebut ditopang kinerja unit café dan rent car.
“SHU kita saat ini Rp2,7 miliar dari target Rp3,9 miliar. Di sisi lain, beban usaha berhasil dihemat 2 persen,” ujar Sri Untari.
Untuk menggenjot retail, koperasi menyiapkan program belanja anggota senilai Rp150 ribu hingga Rp250 ribu dalam bentuk paket sembako, termasuk beras SPHP. PPL diminta aktif menawarkan sekaligus memantau program tersebut di kelompok masing-masing.
SBW juga mulai memperkuat digitalisasi pertemuan kelompok melalui Google Meet atau Zoom dan presensi digital. Meski demikian, pertemuan tatap muka tetap diwajibkan secara berkala karena kehadiran anggota menjadi salah satu indikator dalam analisis kelayakan pinjaman.
Selain penguatan usaha, koperasi tengah menata mekanisme pengembalian hak bagi anggota yang mengundurkan diri secara murni agar dapat diproses pada bulan berikutnya tanpa harus menunggu tutup buku tahunan.
Di bidang sosial, sepanjang Agustus 2026 SBW menyalurkan bantuan rawat inap, santunan duka, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), serta fasilitas kapitasi kesehatan DPP. Program Prolanis dijadwalkan 25 September 2026, disusul pendaftaran bantuan pendidikan bagi putra-putri anggota yang menempuh perguruan tinggi.
Pembekalan tersebut menjadi langkah SBW memastikan PPL tidak sekadar menjalankan administrasi, tetapi mampu membaca kondisi kelompok, memperkuat kedisiplinan anggota, dan menjadi penghubung efektif antara pengurus dengan anggota di lapangan.(Djoko W)






