UB Perkuat Kolaborasi Global Pengelolaan Air Berkelanjutan melalui World Water Monitoring Day 2026

MALANGPARIWARA.COM – Universitas Brawijaya (UB) memperkuat peran dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan dengan menggelar World Water Monitoring Day 2026, Jumat (25/9/2026).

Forum yang menjadi bagian dari International Water Innovation Series tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, dan jejaring internasional untuk membahas inovasi, pemantauan, serta pengelolaan air berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan dikemas melalui forum International Knowledge Sharing di Auditorium Pertamina, Gedung Mesin I Lantai 2, Fakultas Teknik UB.

Forum ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang penguatan jejaring pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan kapasitas di bidang sumber daya air.

Program tersebut diselenggarakan Globalizing UB di bawah program Wakil Rektor IV UB, Prof. Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng., D.Sc. Ia juga menjabat Wakil Ketua II Bidang Pendidikan Air dan Capacity Development pada Komite Nasional International Hydrological Programme (IHP) UNESCO Indonesia.

Posisi tersebut memperkuat keterlibatan UB dalam jejaring pendidikan air dan pengembangan kapasitas, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sambutan Rektor UB.(Djoko W)

Dalam sambutannya, Rektor UB menegaskan bahwa persoalan air tidak dapat dipisahkan dari berbagai tantangan pembangunan, mulai dari keberlanjutan ekosistem, ketahanan pangan hingga pertumbuhan ekonomi.

“Air merupakan sumber daya fundamental yang mendukung kehidupan manusia, keberlanjutan ekosistem, ketahanan pangan, dan pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, pemantauan kualitas dan kuantitas air, pengelolaan berbasis data, serta pengembangan teknologi inovatif menjadi aspek penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan,” ujar Rektor UB.

Menurutnya, World Water Monitoring Day 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama lintas sektor sekaligus mendorong lahirnya solusi pengelolaan air yang bertumpu pada pengetahuan dan inovasi.

“Universitas Brawijaya berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam isu keberlanjutan air melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan kerja sama internasional. Komitmen ini juga sejalan dengan upaya UNESCO dalam mendorong pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan serta pencapaian Sustainable Development Goal 6 (SDG 6) tentang Clean Water and Sanitation,” tambahnya.

Pertemukan Perspektif Internasional dan Nasional

Dalam forum tersebut, Prof. Andi Kurniawan menyampaikan Programme Overview World Water Monitoring Day 2026.

Paparan ini memberikan gambaran mengenai rangkaian program sekaligus arah pengembangan kerja sama di bidang sumber daya air.

Perspektif internasional hadir melalui Prof. Dato’ Dr. Nor Azazi Zakaria, Chairholder of UNESCO Chair on Ecohydraulics for Sustainable Water Infrastructures for SDG 6 in Asia and the Pacific dari Universiti Sains Malaysia.

Ia membawakan materi bertajuk “Ecohydraulics and Nature-Based Solutions for Sustainable Water Management.”

Pembahasan menyoroti pendekatan ecohydraulics serta solusi berbasis alam (nature-based solutions) sebagai bagian dari strategi pengelolaan dan pembangunan infrastruktur air yang berkelanjutan.

Sementara perspektif nasional disampaikan Dr. Luki Subehi, M.Sc., Kepala Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, melalui materi “Limnology and Sustainable Water Resources Management.”

Materi tersebut mengangkat peran limnologi dalam memahami ekosistem perairan tawar serta pentingnya riset dan data ilmiah dalam mendukung pengelolaan sumber daya air.

Pertemuan dua perspektif tersebut memperluas pembahasan dari aspek teknologi dan infrastruktur hingga ekosistem perairan.

Pendekatan ecohydraulics, nature-based solutions, limnologi, dan pengelolaan berbasis data menjadi bagian dari diskusi untuk menjawab persoalan air yang semakin kompleks.

Forum kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Peserta mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan para pembicara untuk menggali isu pemantauan air, inovasi teknologi, pengelolaan sumber daya air, hingga pengembangan kapasitas.

Dorong Peran Kampus dalam Agenda Air Global

Penyelenggaraan World Water Monitoring Day 2026 menegaskan upaya UB menjadikan isu air sebagai bagian dari agenda pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi internasional.

Melalui Globalizing UB, jejaring tersebut diarahkan tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kapasitas dan kemungkinan kerja sama akademik maupun riset dengan berbagai mitra.

Agenda ini sejalan dengan SDG 6: Clean Water and Sanitation, yang menempatkan akses air bersih dan sanitasi serta pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan sebagai bagian penting dari pembangunan global.

Bagi perguruan tinggi, agenda tersebut menuntut kontribusi yang lebih konkret melalui penguatan riset, pendidikan, teknologi, dan kapasitas sumber daya manusia. Karena itu, kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin menjadi salah satu instrumen penting untuk mempertemukan pengetahuan dengan kebutuhan pengelolaan air di lapangan.

Melalui World Water Monitoring Day 2026, UB memperluas ruang pertemuan antara pengetahuan lokal, riset nasional, dan perspektif internasional.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi UB dalam jejaring pendidikan air, capacity development, riset, dan inovasi untuk mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *