Malangpariwara.com – Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat Timor-Leste, Mariano Assanami Sabino, berbagi pengalaman dan motivasi kepada mahasiswa baru Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB), Minggu (4/10/2026).
Kehadiran Mariano dalam rangkaian hari kedua Open House FBiPK 2026 tersebut menjadi momentum istimewa.
Alumni UB angkatan 1991 dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan itu kembali ke almamaternya untuk menghadiri Temu Alumni UB Timor-Leste sekaligus menyapa mahasiswa yang baru memulai perjalanan akademik.
Di hadapan mahasiswa baru, Mariano menekankan pentingnya menjadikan masa perkuliahan sebagai proses pembentukan karakter, penguatan mental, dan pengembangan pola pikir.
Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak menganggap kegiatan pengenalan kehidupan kampus sebagai beban, melainkan kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
“Jangan melihat kegiatan seperti ini sebagai sebuah beban. Jadikan momentum ini sebagai proses untuk menempa jati diri, membangun mental, memperkuat pemikiran, dan mempersiapkan diri menjadi mahasiswa yang memiliki keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar Mariano.
Menurutnya, pendidikan tinggi tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian akademik dan perolehan gelar.
Kehidupan kampus juga menjadi ruang untuk membangun kedisiplinan, keberanian mengambil keputusan, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Ia mendorong mahasiswa agar memanfaatkan seluruh kesempatan selama menempuh pendidikan, baik melalui kegiatan akademik, organisasi, interaksi sosial maupun pengalaman di luar ruang kuliah.
“Apa yang kalian jalani hari ini akan menjadi bagian dari proses pembentukan diri. Gunakan kesempatan selama menjadi mahasiswa untuk belajar sebanyak mungkin, bukan hanya di dalam kelas, tetapi juga melalui organisasi, pergaulan, kegiatan sosial, dan pengalaman hidup di kampus,” tuturnya.
Mariano juga mengajak mahasiswa baru FBiPK untuk berani membangun cita-cita besar dan memperluas orientasi pengabdian.
Menurutnya, generasi muda harus memiliki kapasitas untuk berkontribusi tidak hanya bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar, tetapi juga bagi bangsa serta masyarakat internasional.
“Kalian harus mempersiapkan diri menjadi generasi yang bermanfaat. Bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memberi kontribusi pada masyarakat dunia. Untuk mencapai itu, mahasiswa harus memiliki ilmu, karakter, mental yang kuat, dan kemauan untuk terus belajar,” tegasnya.
Pesan tersebut memberikan perspektif tersendiri bagi mahasiswa baru yang tengah mengawali kehidupan perguruan tinggi.
Perjalanan Mariano menjadi gambaran bahwa pendidikan di kampus dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan kapasitas diri hingga mampu berkiprah dalam lingkup pemerintahan dan pembangunan lintas negara.
Usai memberikan motivasi, Mariano melanjutkan kunjungannya ke Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan FBiPK UB, tempat ia dahulu menempuh pendidikan.
Kunjungan tersebut menjadi ajang nostalgia untuk mengenang perjalanan akademik sekaligus melihat perkembangan lingkungan kampus yang pernah menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Suasana hangat terasa saat Mariano bertemu dan bercengkerama dengan sejumlah rekan satu angkatannya, di antaranya Prof. Luqman Qurata Aini dan Prof. Hagus Tarno.
Pertemuan tersebut menghidupkan kembali kenangan masa kuliah, mulai dari aktivitas akademik hingga persahabatan yang terjalin sejak menjadi mahasiswa.
Kehadiran Mariano sekaligus memperlihatkan bahwa ikatan alumni tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan.
Jejaring yang terbentuk selama masa kuliah dapat terus berkembang menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi akademik, profesional, dan sosial di tingkat internasional.
Bagi FBiPK UB, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara institusi, alumni, dan mahasiswa lintas generasi. Sosok Mariano yang kini menduduki jabatan strategis dalam pemerintahan Timor-Leste juga memberikan gambaran nyata tentang luasnya peluang pengabdian yang dapat ditempuh lulusan perguruan tinggi.
Melalui Open House FBiPK 2026, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan dan kehidupan kampus, tetapi juga memperoleh inspirasi dari pengalaman alumni yang telah menapaki perjalanan panjang hingga ke tingkat internasional.
Perjalanan Mariano Assanami Sabino, dari mahasiswa Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan UB hingga menjadi Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari gelar yang diraih, tetapi juga dari karakter, kapasitas kepemimpinan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
#UniversitasBrawijaya_SDG4 #UniversitasBrawijaya_SDG8 #UniversitasBrawijaya_SDG17
( Djoko W)






