Asap Kebakaran TPA Supit Urang Mengancam Kesehatan, Arief Wahyudi Minta Penanganan Gratis bagi Warga

Berita2 views

Malangpariwara.com – Anggota DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, SH, meminta Pemerintah Kota Malang mengantisipasi dampak kesehatan akibat asap kebakaran TPA Supit Urang. Ia mendorong Dinas Kesehatan dan jajaran terkait menyiapkan layanan medis gratis bagi warga terdampak serta memberikan perhatian khusus kepada petugas dan relawan di lokasi kebakaran.

Anggota DPRD Kota Malang Arief Wahyudi SH.(Djoko W)

Menurut anggota komisi C yang akrab disapa AW ini mengatakan bahwa, asap dari pembakaran sampah berpotensi membahayakan kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Hal ini karena beragam material yang terbakar dapat menghasilkan campuran polutan yang kandungannya tidak diketahui secara pasti tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

“Bisa kita analisa secara sederhana, dampak asap yang berasal dari benda campuran berupa sampah tentu sangat berbahaya bagi kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kita tidak tahu benda apa saja yang terbakar dan unsur kimia apa yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.

Ia mencontohkan penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera, ketika bantuan oksigen disiapkan untuk masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Menurutnya, kebakaran sampah dengan material yang beragam juga membutuhkan antisipasi serius.

“Saya minta Dinas Kesehatan beserta jajaran terkait mempersiapkan diri dalam menangani dampak kebakaran sampah di TPA Supit Urang,” tegasnya.

AW mengusulkan agar rumah sakit dan fasilitas kesehatan menyediakan layanan khusus secara gratis bagi warga terdampak, sehingga keluhan kesehatan akibat paparan asap dapat segera diperiksa.

Aleg FPKB Dapil Klojen ini juga mendorong pemberian tambahan makanan bergizi kepada masyarakat di sekitar TPA sebagai bentuk perhatian pemerintah.

Selain masyarakat, Arief mengingatkan pentingnya perlindungan kesehatan bagi petugas dan relawan yang setiap hari berjaga di sekitar lokasi kebakaran. Mereka berisiko terpapar asap selama menjalankan tugas sehingga perlu mendapat pemeriksaan kesehatan dan perlindungan yang memadai.

“Yang tidak kalah penting, perhatian pemerintah terhadap petugas maupun relawan yang setiap hari nge-pos di sekitar TPA Supit Urang harus diperhatikan, terutama terhadap kesehatan mereka,” ujarnya.

Arief berharap Pemkot Malang segera mengambil langkah antisipatif melalui koordinasi lintas instansi, agar penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga melindungi kesehatan masyarakat dan seluruh petugas yang terlibat.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *