Malangpariwara.com – Universitas Ma Chung menggelar kegiatan Kelas Karier bertajuk The Talent Lab: Menguak Misteri di Balik Jenjang Promosi pada Kamis (12/o3/2026) di Balai Pertiwi kampus setempat.
Kegiatan ini menghadirkan praktisi sumber daya manusia untuk membagikan pengalaman sekaligus strategi pengembangan karier kepada mahasiswa.
Dalam kelas tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa memasuki dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik.
Tetapi juga kesiapan mengembangkan diri, membangun sikap profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis.

Rektor Universitas Ma Chung, Stefanus Yufra M. Taneo, membuka kegiatan tersebut dengan mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa kuliah.
Yakni sebagai momentum untuk memperkaya pengalaman dan belajar dari para praktisi.
“Empat tahun masa kuliah adalah kesempatan berharga yang tidak akan terulang kembali. Manfaatkan kesempatan ini dengan belajar dari pengalaman para praktisi. Karena bekal pengembangan diri akan sangat menentukan perjalanan karier dan kehidupan ke depan,” ujarnya.
Pengembangan Karier Generasi Muda
Kegiatan ini menghadirkan Fanny Darsono, Commissioner & Human Resources Manager PT Arthawenasakti Gemilang, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Fanny membagikan berbagai wawasan terkait pengembangan karier serta tantangan yang kerap dihadapi generasi muda ketika memasuki dunia kerja.
Ia mengungkapkan bahwa data dari PwC tahun 2026 menunjukkan hanya sekitar 10,2 persen generasi Z yang mampu memperoleh promosi jabatan dalam kurun waktu 18 bulan pertama bekerja.
Fakta tersebut, menurutnya, menunjukkan pentingnya pengembangan kompetensi secara konsisten.

Fanny juga menekankan pentingnya sikap rendah hati bagi karyawan baru agar lebih mudah belajar dari lingkungan kerja.
Baik melalui proses mendengarkan, mengamati, maupun memahami budaya perusahaan.
Ia menjelaskan bahwa perubahan pasar yang berlangsung cepat menuntut setiap individu untuk terus belajar dan bersikap adaptif.
Dengan tujuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan yang terjadi.
“Perubahan pasar yang berlangsung cepat menuntut setiap individu untuk terus belajar dan bersikap adaptif. Dengan kemampuan menyesuaikan diri terhadap berbagai dinamika yang ada, seseorang akan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di dunia kerja,” jelasnya.

Perlunya Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik di Perkuliahan
Selain membahas kompetensi profesional, Fanny juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kesehatan mental dan fisik selama menempuh pendidikan maupun ketika memasuki dunia kerja.
Menurutnya, kondisi cemas atau anxious dapat memengaruhi kesehatan. Sekaligus menurunkan kemampuan seseorang dalam belajar maupun bekerja.
“Ketika kalian merasa anxious atau cemas, hal itu akan berpengaruh pada kesehatan. Padahal, untuk bekerja dan belajar dibutuhkan stamina yang prima. Karena itu, jangan sampai kalian mengalami brain fog, sehingga kalian dapat menerima materi dengan lebih antusias dan baik,” jelasnya.
Melalui kegiatan Kelas Karier ini, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai dinamika dunia kerja.
Sekaligus mempersiapkan diri dengan kompetensi, sikap, dan kebiasaan positif yang dapat menunjang perkembangan karier di masa depan. (Djoko W)






