Malangpariwara.com – Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa dalam kegiatan Kumpul Ngaji atau Thalabul Ilmi yang digelar keluarga besar alumni SMA Islam angkatan 1987 Kota Malang, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kediaman H. Joemawan, Perum Sukun Pondok Indah Blok T No. 3 Kota Malang itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan spiritual bagi para alumni yang kini mulai memasuki usia lanjut.
Mengangkat tema “Syukur Atas Nikmat Usia Menjadikan Lansia yang Bahagia dan Berkah”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, namun juga sarana refleksi tentang bagaimana memaknai usia senja dengan lebih bijaksana, sehat, dan penuh keberkahan.
Ketua Pengurus Pengajian, Djoko W, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat terus istiqamah dilaksanakan sebagai wadah mempererat persaudaraan antar alumni.
“Semoga acara Kumpul Ngaji ini bisa istiqamah dan menjadi ajang silaturahmi bagi seluruh alumni. Semangatnya tetap seduluran saklawase,” ujarnya.

Tauziah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh KH Khoirul Anam dengan gaya komunikatif dan penuh humor.
Ceramah yang diselingi kisah kehidupan sehari-hari membuat para jamaah tampak antusias dan beberapa kali larut dalam gelak tawa karena merasa dekat dengan realitas yang mereka alami.

Dalam tausiyahnya, KH Khoirul Anam mengingatkan bahwa bertambahnya usia sejatinya adalah nikmat besar dari Allah SWT yang patut disyukuri.
Menurutnya, usia lanjut bukanlah masa untuk mengeluh, melainkan kesempatan memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Ia juga memberikan ijazah doa-doa bagi para jamaah, mulai dari doa memohon umur panjang, kesehatan, dijauhkan dari penyakit, hingga doa kelancaran rezeki di masa lansia.
Selain itu, pengasuh pondok pesantren di kawasan Tunggulwulung dan Jabung tersebut menjelaskan tiga sifat yang kerap muncul pada seseorang ketika memasuki usia 50 tahun ke atas. Yakni rasa takut terhadap kematian, kecenderungan terlalu memikirkan harta benda atau keduniaan, serta munculnya sifat seperti anak-anak, mudah rewel dan cerewet.
Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari ujian kehidupan yang harus disikapi dengan kesadaran spiritual dan pengendalian diri.
“Kalau sudah memasuki usia lansia, fokusnya jangan lagi hanya urusan dunia. Fokuslah mencari rahmat Allah,” pesan KH Khoirul Anam di hadapan jamaah.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai peristiwa kehidupan yang dialami manusia sejatinya merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT agar manusia semakin dekat dan berserah diri kepada-Nya.
Pada akhir tausiyah, KH Khoirul Anam berpesan agar para jamaah memperbanyak membaca Al-Qur’an sebagai amalan utama untuk mendapatkan ketenangan hidup dan keberkahan umur panjang.
Kegiatan pengajian tersebut berlangsung khidmat namun tetap cair dan penuh keakraban. Para alumni berharap pertemuan semacam ini dapat terus digelar secara rutin sebagai pengingat bahwa usia yang terus bertambah harus diiringi dengan peningkatan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.(Djoko W)






