MALANGPARIWARA.COM | MALANG – Arus penumpang di Stasiun Kota Baru Malang terus bergerak. Ada yang baru tiba, ada pula yang bergegas mengejar kereta.
Di tengah hiruk-pikuk itu, sosok berseragam loreng terlihat memastikan satu hal: masyarakat tetap merasa aman.
Sertu Andri, Babinsa Kelurahan Kidul Dalem Koramil 0833-01/Klojen, hadir langsung di kawasan Stasiun Kota Baru, Minggu (30/8/2026).
Bukan sekadar menjalankan fungsi pengamanan, ia memilih turun langsung menyapa dan berkomunikasi dengan masyarakat.
Kehadiran Babinsa di ruang publik dengan mobilitas tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus membangun kedekatan aparat dengan warga.
Mata tetap mengawasi situasi, sementara komunikasi dengan masyarakat terus dilakukan. Penumpang diingatkan agar tidak lengah, terutama terhadap barang bawaan, serta tetap menjaga ketertiban selama berada di lingkungan stasiun.
“Yang paling utama adalah masyarakat merasa aman dan nyaman. Kami hadir untuk membantu sekaligus memastikan situasi di sekitar stasiun tetap kondusif,” ujar Sertu Andri.
Pendekatan humanis menjadi kunci. Pengamanan tidak dilakukan dengan menciptakan kesan menakutkan, tetapi melalui kehadiran yang responsif dan komunikasi persuasif.
Masyarakat pun dapat menjalankan aktivitas tanpa merasa terganggu.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Dengan berada langsung di tengah aktivitas warga, Babinsa dapat lebih cepat mengetahui situasi sekaligus memberikan bantuan apabila dibutuhkan.
Stasiun Kota Baru bukan hanya tempat keberangkatan dan kedatangan kereta. Di dalamnya ada ribuan aktivitas masyarakat yang membutuhkan rasa aman. Karena itu, pengamanan objek vital tidak cukup hanya dengan pengawasan dari kejauhan.
Kehadiran Sertu Andri menunjukkan bahwa tugas Babinsa bukan sekadar menjaga wilayah dari balik meja.
Turun ke lapangan, menyapa warga, membaca situasi, dan memastikan masyarakat merasa terlindungi menjadi bagian penting dari pengabdian di tengah masyarakat.
Di tengah mobilitas yang tak pernah berhenti, satu pesan terus dijaga: masyarakat boleh sibuk mengejar tujuan, tetapi rasa aman jangan sampai tertinggal.(Djoko W)






