Mahasiswa UMM Ciptakan Galorfeed, Pakan Alami Tingkatkan Kualitas Telur Ayam Petelur

Malangpariwara.com – Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2024 berhasil mengembangkan Galorfeed, pakan alami ayam petelur berbahan dasar bawang putih dan daun kelor.

Inovasi ini menawarkan solusi untuk mengurangi ketergantungan peternak terhadap obat kimia sekaligus meningkatkan kualitas telur yang dihasilkan.

Perwakilan tim pengembang, Naufal Atthoriq, mengatakan ide tersebut muncul dari keprihatinannya terhadap tingginya penggunaan obat kimia di peternakan ayam petelur.

Menurutnya, penggunaan bahan kimia secara berlebihan berpotensi meninggalkan residu serta berdampak pada kualitas telur yang dikonsumsi masyarakat.

“Permasalahan yang sering kami temui di lapangan adalah penggunaan obat kimia yang berlebihan. Dampaknya terlihat pada kualitas telur, seperti warna kuning telur yang pucat dan cangkang yang mudah rapuh,” ujarnya, seperti disampaikan kepada Humas UMM, 3 Juli 2026.

Galorfeed diformulasikan dalam bentuk mash dengan memadukan kandungan allicin dari bawang putih sebagai antibiotik alami yang membantu meningkatkan nafsu makan ayam, serta daun kelor yang kaya protein dan antioksidan.

Kombinasi tersebut dirancang untuk mendukung kesehatan sekaligus produktivitas ayam petelur.

Dalam uji coba terhadap 20 ekor ayam selama 10 hari, sebanyak 10 ekor diberi Galorfeed, sedangkan 10 ekor lainnya menggunakan pakan biasa sebagai pembanding.

Hasilnya, ayam yang mengonsumsi Galorfeed menghasilkan telur dengan kuning yang lebih pekat, cangkang lebih kuat, serta memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit.

Saat ini, Galorfeed telah diterapkan pada peternakan skala rumahan di Jombang dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp8.000 per kilogram.

Bersama tujuh rekannya, Naufal menargetkan produk tersebut dapat diproduksi secara lebih luas sehingga mampu menjangkau lebih banyak peternak.

Menurutnya, lingkungan akademik UMM memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinovasi dan mengembangkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

“Jangan pernah takut gagal. Kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan,” katanya.

Inovasi yang lahir dari mata kuliah Pakan dan Teknologi Pakan itu mendapat apresiasi dari dosen pendamping, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU. Ia menilai Galorfeed merupakan bukti bahwa hasil pembelajaran di kampus mampu diterjemahkan menjadi produk yang aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya bangga dengan inisiatif para mahasiswa. Galorfeed membuktikan bahwa mahasiswa UMM mampu mengembangkan inovasi yang tidak hanya berbasis riset, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan para peternak ayam petelur,” ujarnya.

Selain meningkatkan kualitas hasil ternak, Galorfeed juga dinilai berpotensi membantu menekan biaya produksi peternak melalui penggunaan bahan alami yang mudah diperoleh.

Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat diproduksi secara massal sebagai alternatif pakan yang lebih sehat, ramah lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan nasional.(Djoko W)